Breaking News:

Beirta Probolinggo Hari Ini

Kronologi Pembunuhan di Orkes Dangdut Pernikahan di Probolinggo, Bermula dari Dendam 6 Bulan Lalu

Fathur (20) tewas bersimbah darah di orkes dangdut hajatan pernikahan di Desa Tegalsiwan, Kabupaten Probolinggo

surya/tribunnews.com
ILUSTRASI. 

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Fathur (20) tewas berismbah darah di orkes dangdut hajatan pernikahan di Desa Tegalsiwan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (13/8/2020) malam.

Polisi telah menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam pembacokan yang berujung pembunuhan terhadap pria asal Dusun Paoan, Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwan tersebut.

Enam orang itu adalah MH (20) asal Lumajang, AR (18) asal Lumajang, NP (17) asal Wates Kulon, NS (18) asal Lumajang, AM (17) asal Wates Kulon, Lumajang, dan AF (17) asal Lumajang

Kapolsek Tegalsiwalan, Iptu Lukman Wahyudi mengatakan enam orang itu ditangkap di Pos Kamling Barat Pasar Gunung Tengu Ranuyoso, Lumajang pada Jumat (13/8/2020) dini hari.

Dalam kasus ini polisi menyita kaus lengan pendek ada bercak darah dan celana panjang levis ada bercak darah milik korban.

"Kelompok ini ada 10 orang. Saat kami datang di lokasi penangkapan, empat orang sudah lari," ucap Lukman kepada SURYAMALANG.COM.

Lukman mengatakan pembunuhan ini bermotif balas dendam.

"Awalnya ada satu anggota kelompok itu pernah menjadi korban pembacokan di Desa Gununggeni, Probolinggo sekitar 6 bulan lalu."

"Saat ada orkes kemarin, mereka berniat balas dendam," terang Lukman.

Sebenarnya para pelaku mengaku tidak mengetahui secara pasti orang yang membacok temannya pada 6 bulan silam.

Halaman
12
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved