Minggu, 3 Mei 2026

Travelling

Wisata Gunung Bromo Akan Dibuka Kembali, Selain Protokol Kesehatan, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Wisata Gunung Bromo Akan Dibuka Kembali, Selain Protokol Kesehatan, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Tayang:
Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Wisata Bromo Tengger Semeru Dibuka Kembali Mulai 28 Agustus 2020, Kuota Wisatawan Dibatasi Hanya 20 Persen 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wisata Gunung Bromo akan segera dibuka kembali pada 28 Agustus 2020 mendatang.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan empat kepala daerah yakni Pemerintah Kabupaten Lumajang, Malang, Pasuruan dan Prolinggo sepakat membuka kembali tempat wisata tersebut.

Balai Besar TNBTS pun sudah mempersiapkan protokol kesehatan yang berlaku untuk kebiasaan baru mengunjungi wisata Gunung Bromo bagi para pengunjung.

"Iya rencananya tanggal 28 Agustus 2020 pukul 13.00 WIB, dibuka kembali," kata Sekertaris Disbudpar Jawa Timur Tri Bagus Sasmito kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (25/8/2020).

Rencananya, pembukaan Wisata Gunung Bromo akan dilakukan bertahap dengan kapasitas 20 persen dari kapasitas kunjungan.

"Pembatasan kunjungan di masing-masing spot ada setiap hari," jelasnya.

Site Bukit Cinta untuk 28 orang per hari, site Penanjakan 178 orang per hari, site Bukit Kedaluh sebanyak 86 orang per hari, site Savana Teletubies sebanyak 347 orang per hari dan site mentigen untuk 100 orang per hari.

"Berdasarkan rekomendasi PVBMG PGA Cemorolawang dilarang ke Kawah Bromo, batas radius aman satu kilometer dari kawah karena untuk physical distancing juga," kata Bagus.

Peraturan kebiasaan baru ini juga diterapkan untuk pembelian karcis online melalui bookingbromo.bromotenggersemeru.org.

"Khawatir kecele jadi harus dipertegas kalau tidak menerima tiket on the spot tapi secara online," tutup Bagus.

Protokol kesehatan

Pembukaan wisata Gunung Bromo yang direncanakan pada tanggal 28 Agustus 2020 menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Reaktivasi gunung dengan ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut itu sudah mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan rekomendasi empat kepala daerah penyangga.

"Pembukaan dengan protokol kesehatan yang sangat sangat sangat ketat dan ini pun baru dibuka secara bertahap 20 persen dari daya dukung, daya tampung kapasitas Bromo," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru John Kenedie, Selasa (25/8/2020).

John mengatakan, nantinya akan terus dilakukan evaluasi untuk memastikan keamanan kunjungan wisata Gunung Bromo di tengah kebiasaan baru pandemi Covid-19.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved