Berita Mojokerto Hari Ini

1.968 Guru SMA Negeri di Kota/Kabupaten Mojokerto Jalani Rapid Test Massal, Ada 24 yang Reaktif

Sebanyak 1.968 guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sekolah SMA Negeri di Kota/Kabupaten Mojokerto telah menjalani rapid test massal

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: isy
mohammad romadoni/suryamalang.com
Sejumlah guru menjalani rapid test gratis program dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Kota/ Kabupaten Mojokerto di lapangan basket SMA Negeri 1 Puri. 

SURYAMALANG.COM | MOJOKERTO - Sebanyak 1.968 guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sekolah SMA Negeri di Kota/Kabupaten Mojokerto telah menjalani rapid test massal. Rapid test ini gratis dan merupakan program Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Kepala Cabang Dindik Provinsi Jatim Wilayah Kota/Kabupaten Mojokerto, Kresna Herlambang, mengatakan kegiatan ini sudah dilaksanakan secara serentak selama dua hari di tiga sekolah yang telah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yaitu di SMKN 1 Dlanggu, SMAN 1 Mojosari dan SMAN 1 Puri.

Dari jumlah itu, lanjutnya, ada 24 guru dan GTK yang dinyatakan reaktif.

"Di SMAN 1 Puri ada tujuh orang, di SMKN 1 Dlanggu enam orang, dan SMAN 1 Mojosari sebanyak 11 orang," ungkapnya, Rabu (26/8/2020).

Ia mengungkapkan mereka yang dinyatakan reaktif mayoritas usia 40 tahun ke atas dan sudah dalam kondisi sakit saat menjalani Rapid Test Covid-19.

Tim Dindik Provinsi Jatim telah melakukan evaluasi bahwa guru yang dinyatakan reaktif diharuskan
menjalani isolasi mandiri.

"Mereka diminta untuk melakukan isolasi mandiri maksimal selama 14 hari karena persoalannya bukan dari sesuatu yang dikhawatirkan namun memang secara fisik yang bersangkutan dalam kondisi sakit," ucapnya.

Ia memastikan adanya guru dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan yang dinyatakan reaktif Rapid Test ini tidak akan menjadi kendala dalam persiapan belajar tatap muka di sekolah.

"Persiapan belajar tatap muka tetap dilaksanakan apalagi sifatnya terbatas sehinga tidak akan menjadi kendala karena guru yang reaktif menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing dan ada guru yang bisa menggantinya di sekolah," bebernya.

Kresna menuturkan pihaknya akan menindaklajuti terkait adanya guru dan tenaga kependidikan yang reaktif Rapid Test.

Namun, biasanya kalangan guru pada jenjang pendidikan ini banyak yang melakukan tes Swab PCR mandiri dari satuan pendidikan tersebut.

"Ada satuan pendidikan yang mengajukan tes Covid-19 mandiri tidak masalah terpenting kami pastikan bahwa guru-guru seluruhnya sehat agar masyarakat percaya
untuk akses anak didik ke sekolah," tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved