Berita Malang Hari Ini

Wali Kota Malang, Sutiaji Apresiasi Pemanfaatan Dashboard JKN BPJS Kesehatan

Wali Kota Malang, Sutiaji mengapresiasi adanya dashboard JKN yang kini telah disosialisasikan oleh BPJS Kesehatan kepada setiap pemerintah daerah.

SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Webinar BPJS Kesehatan bertajuk 'Dashboard Big Data JKN untuk Perencanaan Kesehatan' yang dihadiri Wali Kota Malang, Sutiaji, dan Kepala BPJS Kesehatan Malang, Dina Diana Permata di Ngalam Command Center (NCC) Balaikota Malang, Rabu (26/8/2020). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji mengapresiasi adanya dashboard JKN yang kini telah disosialisasikan oleh BPJS Kesehatan kepada setiap pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Sutiaji saat melakukan pemaparan dalam kegiatan webinar BPJS Kesehatan bertajuk 'Dashboard Big Data JKN untuk Perencanaan Kesehatan' bersama Kepala BPJS Kesehatan Malang Dina Diana Permata di Ngalam Command Center (NCC) Balaikota Malang, Rabu (26/8/2020).

Dashboard JKN sendiri merupakan sebuah aplikasi berbasis web yang memberikan tampilan data capaian program JKN-KIS secara real time pada suatu wilayah yang dapat diakses oleh pemerintah daerah.

Di sana terdapat sembilan fitur profil pelayanan daerah yang terbagi menjadi tiga bagian, yakni kepesertaan, pelayanan kesehatan (FKTP) dan pelayanan kesehatan (FKRTL).

"Saya kira ini sangat bagus dan kami sangat mengapresiasi. Karena ini wujud akses pemanfaatan dan pengelolaan data dan informasi yang mutakhir untuk kebijakan kesehatan daerah," ucap Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM.

Dalam paparannya, Sutiaji menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Malang memang sangat antusias dalam pengelolaan data peserta program JKN-KIS di wilayah Kota Malang.

Sehingga kehadiran Dashboard JKN ini dapat memudahkan kinerja mereka dalam mengawasi serta mengelola penyelenggaraan program JKN-KIS.

Setidaknya ada tiga nilai benefit yang disampaikan Sutiaji dalam layanan dashboard JKN yang dapat dimanfaatkan oleh Pemkot Malang.

Pertama ialah dapat mendukung peningkatan kepesertaan dan kepatuhan iuran, yang dalam hal ini dapat memudahkan Pemda dalam melakukan alokasi anggaran untuk jaminan sosial.

Kedua, mendukung upaya promotif dan preventif yang dapat memudahkan pemetaan kelompok sasaran penanganan berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin dan jumlah fasker kerja sama.

Ketiga, memudahkan Dokter atau tenaga kesehatan dalam melakukan analisis rujukan dan mengoptimalkan fungsi faskes pertama.

"Dashboard ini sangat bagus dan juga relevan dengan kebijakan Kota Malang, yakni Smart City Malang 4.0. Jadi kami mendorong Malang Smart City, karena masyarakat sudah banyak yang menggunakan IT. Termasuk fitur antrean berbasis online yang ada di setiap puskesmas," ucapnya.

Selain itu, dengan fitur yang terdapat di dalam dashboard JKN dikatakan Sutiaji, dapat memudahkan Dinas Kesehatan ataupun OPD lain untuk melakukan analisa.

Terutama berkaitan dengan mitigasi kesehatan dengan cara melihat jumlah rujukan, penyakit yang diderita oleh pasien, mengetahui angka harapan hidup dan lain sebagainya.

"Melalui mitigasi itulah membuat orang dapat mencegahnya. Kita juga dapat melakukan evaluasi."

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved