Berita Malang Hari Ini

Ribuan Tukik di Malang Dilepas Ke Samudra Hindia, BSTC Melepas Anak Penyu Itu di Pantai Bajul Mati

jumlah tukik atau anak penyu yang dilepas di pantai Bajul Mati sebanyak 1.284 ekor. Jenisnya penyu hijau dan penyu abu-abu.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Erwin Wicaksono
Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) melepas ribuan anak penyu alias tukik di Pantai Bajulmati, Gedangan, Kabupaten Malang untuk hidup di alam liar lautan lepas pada Kamis (27/8/2020). 

Penulis : Erwin Wicaksono, Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Ribuan anak penyu alias tukik dilepas ntuk hidup di alam liar di Pantai Bajulmati, Gedangan, Kabupaten Malang .

Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) melepas ribuan tukik itu ke lautan lepas pada Kamis (27/8/2020).

"Tujuannya biar konservasi ini dikenal dan paham akan penyu. Maka dari itu kita utamakan disosialisasi dan edukasi terkait konservasi terutama penyu," ungkap Sutari selaku Ketua BSTC pada Kamis (27/08/2020

Sutari menambahkan, jumlah tukik yang dirilis sebanyak 1.284 ekor.

Jenisnya penyu hijau dan penyu abu-abu.

"kenapa hanya Penyu hijau atau abu-abu? tidak ada alasan khusus. Terpenting kita bisa menyelamatkan jenis penyu tersebut," ungkap Saturi.

Pemilihan waktu rilis tukik menjelang mata hari terbenam diyakini punya alasan tersendiri.

"Perairan di Pantai Bajulmati ini termasuk Samudra Hindia. Kami pilih sore hari untuk menghindari predator pemangsa penyu," ujar Saturi.

Menurut Saturi, predator yang biasa memangsa penyu adalah ikan hiu. Sehingga mengancam keberlangsungan hidup penyu.

"Maka dari itu waktu sore hari adalah waktu terbaik rilis penyu," jelas Saturi.

Pelestarian penyu penting untuk menjaga ekosistem laut. Hewan yang bisa berumur ratusan tahun ini adalah penyeimbang rantai makanan.

"Kami punya misi sosialisasi dan edukasi terkait penyu," kata Saturi.

Saturi tak ingin masyarakat malah cocoklogi ketika mendefinisikan satwa penyu.

"Masyarakat terkadang tidak paham perbedaan penyu, kura-kura dan bulus. Padahal penyu ya penyu, kura-kura ya kura-kura dan labi-labi ya labi-labi," tutup Saturi. (ew)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved