Senin, 11 Mei 2026

Berita Malang

Berita Malang Hari Ini Sabtu 29 Agustus Populer: Lomba di Museum Pendidikan & Daftar Rekom Demokrat

Berikut berita Malang hari ini Sabtu 29 Agustus 2020 populer: lomba di Museum Pendidikan dan daftar rekom Demokrat untuk Pilkada.

Tayang:
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang.com/kolase Sylvianita Widyawati/IST
Lomba di Museum Pendidikan dan logo partai Demokrat 

Penulis: Sarah, Editor: Adrianus Adhi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berikut berita Malang hari ini, Sabtu 29 Agustus 2020 soal lomba di Museum Pendidikan.

Selain itu, berita Malang hari ini populer lain juga mengulas tentang daftar 16 rekomendasi Demokrat untuk Pilkada.

Terakhir, berita Malang hari ini membahas dana dari Kemendikbud cair untuk PKM Universitas Brawijaya

Selengkapnya, simak uraian di bawah ini:

1. Lomba di Museum Pendidikan

Kegiatan lomba melukis bagi siswa SMP di kawasan Museum Pendidikan Kota Malang di kawasan Tlogowaru, Jumat (28/8/2020).
Kegiatan lomba melukis bagi siswa SMP di kawasan Museum Pendidikan Kota Malang di kawasan Tlogowaru, Jumat (28/8/2020). (SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati)

Museum Pendidikan Kota Malang di kawasan Tlogowaru menjadi lokasi lomba-lomba untuk siswa TK sampai SMP selama dua hari, 27-28 Agustus 2020.

Di hari kedua, Jumat (28/8/2020) diadakan lomba untuk siswa SMP berupa lomba melukis ikonik Kota Malang dan lomba bercerita tentang Museum Pendidikan dalam Bahasa Jawa.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang, Andayun mengatakan penggunaan bahasa Jawa agar para milenial bisa terus melestarikannya.

"Saya berharap, masyarakat terutama anak-anak kita tetap melestarikan Bahasa Jawa. Ini sebagai cara ikut memajukan kebudayaan," jelas Andayun pada suryamalang.com.

Bahasa Jawa biasanya dipakai sebagai bahasa ibu terutama di Jawa Timur. Umumnya untuk percakapan sehari-hari selain memakai Bahasa Indonesia.

Jika diaplikasikan ke sesama, biasanya memakai Bahasa Jawa ngoko. Sedang untuk orang lebih tua, biasanya memakai bahasa kromo inggil.

Bagi yang terbiasa menggunakan, tidak sulit melaksanakan, termasuk saat lomba.

Dijelaskan Andayun, pelaksanaan lomba-lomba ini memakai anggaran DAK BOP museum.

"Lewat kegiatan seperti ini, saya ingin masyarakat lebih mengenali Museum Pendidikan. Bahwa kegiatan-kegiatan bisa dilakukan disini," jawabnya.

Namun memang masih perlu banyak perbaikan saat ini. Apalagi lama tidak dioperasionalkan. Seperti perbaikan tata letak koleksinya.

Saat ini masih ditata biasa dan belum ada deskripsi menarik tentang koleksi-koleksi.

Miftahul Farras Fauziyah, siswa kelas 8 SMP Plus Az-Zahroh Kota Malang mengaku tak kesulitan mengikuti lomba dengan bahasa Jawa.

"Sehari-hari saya pakai Bahasa Jawa. Kalau dengan ibu saya pakai bahasa kromo inggil," kata Miftahul, peserta lomba bercerita pada suryamalang.com usai tampil.

Jadi ketika tampil dengan memerankan tiga tokoh, sebagai ibu, dirinya sendiri dan Aden (digambarkan sebagai temannya), ia tak canggung.

"Cerita yang saya sampaikan tadi tentang saya yang "katrok" melihat Museum Pendidikan. Saya digambarkan baru datang dari desa dan merasa kagum bisa melihat Museum Pendidikan," kata dia.

Ia membuat cerita itu dari ide sendiri dan mendapat perbaikan dari guru pembimbingnya. 

Ia mengaku baru tahu ada Museum Pendidikan di Kota Malang saat pembukaan acara kemarin, Kamis (27/8/2020).

Di mana mereka yang hadir bisa melihat-lihat koleksi di museum itu.

"Informasi mengenai museum ini juga minim. Saya mencari di youtube hanya mendapatkan satu konten," terangnya.

Dari yang dilihatnya, kemudian diramunya menjadi cerita.

Sedang Calvin Anugerah Satria Pamungkas, siswa kelas 7D SMPN 7 Malang juga baru pertama kali melihat Museum Pendidikan saat pra lomba.

"Pertama kali melihat ya kemarin," jawab Calvin. Namun ia bisa menampilkan cerita dalam Bahasa Jawa tentang Museum Pendidikan.

"Memang jika bercerita Bahasa Jawa agak sulit. Tapi dengan latihan, akhirnya bisa," jawab Calvin. Dari yang sudah dilihatnya, menurutnya, tata letak benda-bendanya di museum sebaiknya dibuat lebih menarik.

"Koleksinya juga bisa ditambah lagi," sarannya.

Muchamad Nafiul Ulum, siswa kelas 8 SMPN 18 Kota Malang yang melihat koleksi museum usai lomba menyatakan senang melihat isinya.

"Kalau saya suka koleksi-koleksi baju adat berbagai daerah yang dipakaikan ke manekin," jawab Nafiul Ulum.

Guru-guru yang mengantar siswa bertanding juga memiliki ketertarikan pada manekin baju guru zaman lalu.

Guru-guru saat itu memakai baju dinas stelan abu-abu dan cokelat. Serta bangku-bangku di kelas model lama. Mungkin dari kayu jati dan cukup berat.

"Wah..ini seperti model meja kelas saya dulu," celetuk seorang guru yang melihat koleksi bangku sekolah.

Ia kemudian berfoto dengan duduk di bangku itu lewat bidikan siswanya dengan kamera HP.

Koleksi lainnya di museum itu adalah berbagai mesin ketik lawas, koleksi uang lama, foto-foto lama Kota Malang seperti Pasar Besar, alat permainan tradisional dll.

Bidang Kebudayaan sampai akhir tahun ini akan fokus melakukan perawatan di museum ini.

"Jadi setelah lomba ini akan ditutup lagi buat perawatan dulu," jawab Andayun.

2. Daftar Rekom Demokrat 

logo Demokrat
logo Demokrat (IST)

Partai Demokrat telah menurunkan 16 rekomendasi untuk Pilkada Serentak di Jatim.

Pemilihan Bupati atau Pilbup Malang dan Pemilihan Wali Kota atau Pilwali Surabaya termasuk dalam daftar daerah yang sudah mendapat rekom dari Partai Demokrat.

"Dari 19 daerah di Jawa Timur, tinggal Pilbup Sidoarjo dan Pilwali Blitar yang belum turun," kata Renville Antonio, Plt Ketua DPD Demokrat Jawa Timur kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (27/8/2020).

Partai Demokrat tidak mengeluarkan rekomendasi di Pilwali Pasuruan karena tidak memiliki kursi di DPRD Kota Pasuruan.

Renville menjelaskan rekomendasi terbaru diberikan untuk Pilwali Surabaya yang mengusung pasangan Machfud Arifin dan Mujiaman, dan Pilbup Pacitan yang mengusung Indrata Nur Bayu Aji - Gagarin Sumrambah.

Menurutnya, Partai Demokrat mengeluarkan rekomendasi dengan memperhatikan berbagai alasan, seperti elektabilitas calon, kapabilitas memimpin daerah, dan potensi membentuk rekan koalisi.

"Kami ingin mengusung calon yang bukan hanya menang, namun harus bisa membuat daerahnya sejahtera. Kami menerima banyak masukan dari masyarakat," kata mantan anggota DPRD Jatim tiga periode ini.

Berikut ini daftar kandidat yang diusung Partai Demokrat di Jatim :

1. Pilbup Gresik : Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) - Aminatun Habibah.

2. Pilbup Mojokerto: Ikfina Fahmawati - Muhammad Al Barra.

3. Pilbup Sumenep : Fattah Jasin - Mohammad Ali Fikri A. Warits.

4. Pilbup Ngawi : Ony Anwar - Dwi Rianto Jatmiko.

5. Pilbup Jember : Hendy Siswanto - Mohammad Balya Firjaun Barlaman.

6. Pilbup Lamongan : Yuhronur Efendi - Abdul Rouf.

7. Pilbup Tuban : Aditya Halindra Faridzki - Riyadi.

8. Pilwali Surabaya : Machfud Arifin - Mujiaman.

9. Pilbup Ponorogo : Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono.

10. Pilbup Blitar : Rijanto-Marhaenis.

11. Pilbup Situbondo : Karna Suswandi - Khoirani.

12. Pilbup Kediri : Hanindhito Himawan Pramono - Dewi Maria Ulfa.

13. Pilbup Malang : Sanusi - Didik Gatot Subroto.

14. Pilbup Trenggalek : Moch. Nur Arifin - Syah Muhammad Natanegara.

15. Pilbup Banyuwangi : Yusuf Widyatmoko - KH Muhammad Riza Aziziy.

16. Pilbup Pacitan : Indrata Nur Bayu Aji - Gagarin Sumrambah.

3. Dana dari Kemendikbud untuk PKM Universitas Brawijaya 

Prof Dr Abdul Hakim, Wakil Rektor Universitas Brawijaya (UB).
Prof Dr Abdul Hakim, Wakil Rektor Universitas Brawijaya (UB). (Humas UB)

Sebanyak 124 proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) Universitas Brawijaya (UB) mendapat pendanaan tahun ini dari Kemendikbud.

UB masuk tiga besar dalam hal jumlah proposal yang didanai. Peringkat pertama UGM sebanyak 221 proposal dan Undip 129 proposal.

Dibanding tahun sebelumnya, proposal PKM UB yang didanai tahun ini meningkat. Pada 2019 sebanyak 81.

"Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, sekarang dilakukan serba daring. Baik pembinaan dan pelaksanaannya," terang Prof Abdul Hakim, Wakil Rektor III UB pada suryamalang.com, Jumat (28/8/2020).

UB telah melakukan sosialisasi dan bimtek pada para mahasiswa yang proposalnya mendapat pendanaan pekan lalu lewat daring.

Dikatakan, saat koordinasi antar peserta dan bimbingan dosen juga lewat daring.

Selain itu, masalah waktu pengerjaan juga terbatas. Sekarang hanya dua bulan. Sehingga harus dikerjakan dengan segera.

Dikatakan Abdul Hakim, dalam pelaksanan PKM nanti juga berbeda.

"Misalkan untuk PKM pengabdian masyarakat. Mahasiswa tidak boleh mendatangi masyarakat atau sasaran. Tapi boleh dilakukan lewat daring saja," jelasnya.

Ini menjadi tantangan sendiri bagi mahasiswa yang melaksanakan. Sebab tidak bisa interaksi langsung masyarakat.

"Saat pelaksanaan kegiatan, harus divideokan. Ini untuk penilaiannya," jawabnya.

Dikatakan, meski berat, namun harus dilakukan karena kondisi sedang pandemi.

"Sekarang, anak-anak (mahasiswa) sedang mengerjakan apa yang disampaikan diproposalnya," kata dia.

Untuk itu, UB akan membantu pendanaan dulu sebanyak 50 persen dana yang mereka terima.

"Misalkan PKM nya dapat pendanaan Rp 3 juta, maka UB membantu 50 persen dananya agar program mereka segera dikerjakan. Jika nanti dananya turun dari Kemendikbud, maka tinggal dipotongkan," jelasnya.

Perbedaan lagi adalah untuk penelitian-penelitian, tidak boleh ke lapangan. Tetapi memakai data sekunder.

"Data sekunder bisa disambil dari jurnal-jurnal, analisis yang nantinya disajikan dalam artikel ilmiah," terang Hakim.

Setelah nanti semua PKM mahasiswa dikerjakan, biasanya diakhir kegiatan dilakukan monev. Dari hasil monev inilah menuju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Biasanya tidak semuanya maju ke Pimnas.

Tahun ini rencananya sebagai tuan rumah adalah Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Namun dalam kondisi saat ini, semua dilakukan lewat daring untuk penilaian.

"Target UB di Pimnas tahun ini bisa masuk lima besar. Pada tahun lalu, UB di peringkat 6. Ya masih masuk 10 besar," jawabnya.

Ia berharap, UB bisa tampil maksimal dengan hasil terbaik.

Ia berpesan, bagi para mahasiswa UB yang PKM-nya didanai saat ini bisa melakukan kegiatannya dengan semangat.

"Untuk Pimnas tahun depan, UB akan mengajukan sebagai tuan rumah," katanya.

Jumlah proposal PKM UB sebanyak 849. Namun yang diunggah sebanyak 787 proposal. Dan yang mendapat pendanaan 124 proposal. Terbanyak proposal yang didanai dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) sebanyak 24 proposal.

Kemudian Fakultas Teknik ada 19. Dari FMIPA sebanyak 14, FPIK 13 proposal, Fakultas Peternakan 11, Fakultas Pertanian 10. FEB ada sembilan proposal, Fakultas Kedokteran ada delapan.

FKG ada tujuh proposal, FIB ada dua proposal, Fisip dua proposal, Filkom dua proposal. FIA, Fakuktas Kedokteran Hewan dan UB Kediri masing-masing satu proposal.

Ada sembilan jenis PKM yang didanai. Yaitu PKM Karsa Cipta, Kewirausahaan, Penelitian Eksakta, Soshum, Pengabdian Masyarakat, Artikel Ilmiah, Gagasan Futuristik Konstruktif, Gagasan Tertulis dan Penerapan Teknologi.

Dari sembilan jenis PKM yang didanai, terbanyak di PKM Penelitian Eksakta sebanyak 40 proposal.

(Sylvianita Widyawati/Bobby Constantine Koloway/Sarah/SURYAMALANG.COM)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved