Breaking News:

Berita Jember Hari Ini

2 Ekor Hiu Tutul Mati di Perairan Jember dalam 2 Bulan, Seekor Hiu Terdampar di Pantai Paseban

Minggu (30/8/2020) pagi pukul 05.00 Wib, nelayan Desa Paseban menemukan hiu terdampar di pantai. Namun hiu ditemukan sudah dalam kondisi mati.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Warga melihat bangkai Hiu Tutul yang terdampar di Pantai Paseban, Kencong, Jember, Minggu (30/8/2020) 

Penulis :  Sri Wahyunik , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Dua ekor Hiu Tutul (Rhincodon typus) mati di perairan Jember selama dua bulan terakhir.

Peristiwa kedua terjadi Minggu (30/8/2020) di Pantai Paseban Desa Paseban Kecamatan Kencong.

Minggu (30/8/2020) pagi pukul 05.00 Wib, nelayan Desa Paseban menemukan hiu terdampar di pantai. Namun hiu ditemukan sudah dalam kondisi mati.

Sebelumnya pada awal Juli lalu, seekor hiu tutul juga mati terdampar di Pantai Kepanjen Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas.

Jika ditarik garis pantai, kedua pantai ini bertetangga atau berada di satu garis pantai yang sama. Pantai-pantai tersebut merupakan perairan selatan Jember.

Kepala Resort Konservasi BKSDA Wilayah 16 Jember Budi Harsono mengatakan dua bulan terakhir ini ada dua hiu tutul yang terdampar dan mati di laut selatan Jember.

"Bulan lalu satu, dan sekarang satu. Bulan lalu sebenarnya total ada lima ekor yang minggir tetapi empat ekor berhasil dihalau dan kembali ke laut, sedangkan satu ekor mati," ujar Budi yang dihubungi SURYAMALANG.COM, Minggu (30/8/2020).

Sedangkan peristiwa di Paseban, hanya ditemukan satu ekor hewan laut raksasa tersebut.

Hiu yang mati di Paseban, kata Budi, berukuran panjang 9 meter.

Sampai Minggu (30/8/2020) sore, bangkai ikan raksasa itu belum dikuburkan. Budi menegaskan, bangkai hiu tersebut akan dikuburkan di pantai tersebut. Secara keseluruhan, tubuh hiu itu masih utuh meski sudah ada yang hilang seperti bagian sirip.

Sedangkan dalam peristiwa terdamparnya hiu di Pantai Kepanjen, Gumukmas, bulan lalu, hiu raksasa itu dipotong oleh warga dan dibawa pulang.

Ketika dikonfirmasi penyebab minggirnya hewan laut pemakan plankton itu, Budi menerangkan, ketika musim kemarau seperti beberapa bulan terakhir, air laut terasa dingin.

"Sehingga mereka ke permukaan untuk mencari air yang lebih hangat. Akibatnya dimungkinkan hiu ini terbawa ombak, sampai terdampar ke pinggir," ujar Budi.

Perairan selatan Jember mulai Puger sampai dengan Kencong merupakan kawasan laut yang disinggahi hiu yang tubuhnya bisa mencapai panjang 10 meter sampai 12 meter tersebut. Karenanya, beberapa kali ditemukan peristiwa terdamparnya hiu di laut selatan Jember.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved