Nasional

16 Tahun Kematian Munir, Dalang Pembunuhan Masih Menjadi Misteri, SBY dan Jokowi Bisa Apa?

16 Tahun Kematian Munir, Dalang Pembunuhan Masih Menjadi Misteri, SBY dan Jokowi Bisa Apa?

Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Eko Darmoko
Potret Munir yang dipajang di Omah Munir, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM - 7 September 2004 atau 16 tahun yang lalu, Munir Said Thalib sang pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) dibunuh dalam penerbangan dari Jakarta ke Belanda.

Munir meninggal dunia akibat racun yang menjalari tubuhnya.

Perihal siapa yang meracun atau dalang pembunuhan ini, masih menjadi misteri yang tak kunjung terpecahkan.

Meski sejumlah nama telah disidang dan menjalani hukuman, kenyataannya aktor intelektual di balik kasus tewasnya Munir tak kunjung terungkap.

Aktivis kelahiran Malang pada 8 Desember 1965 lalu itu diketahui tewas saat berada di dalam pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 974.

Munir tewas dua jam sebelum tiba di Bandara Schipol, Amsterdam.

Saat itu, Munir diduga sakit sebelum mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 08.10 waktu setempat.

Berdasarkan dokumen Harian Kompas, dugaan itu muncul setelah pendiri Imparsial dan aktivis Kontras itu terlihat seperti orang sakit setelah beberapa kali ke toilet.

Utamanya, setelah pesawat lepas landas usai transit di Bandara Changi, Singapura.

Dua bulan setelah kematian Munir, Kepolisian Belanda mengungkap bahwa Munir tewas akibat diracuni.

Hal itu diketahui setelah senyawa arsenik ditemukan di dalam tubuhnya setelah otopsi dilakukan.

Senyawa itu diketahui terdapat di dalam air seni, darah dan jantung yang jumlahnya melebihi kandungan normal.

"Begitu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap jenazah Munir dari Belanda yang kami terima dari Departemen Luar Negeri."

"Ada dugaan kematian Munir tidak wajar," ungkap Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar seperti dilansir dari Harian Kompas, pada 13 November 2004.

Nama maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, yang ditumpangi Munir saat perjalanan terakhirnya turut mendapat sorotan dalam perkara ini.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved