Berita Malang
Kondisi Terbaru Ular Piton di Tarekot Kota Malang yang Telah Dievakuasi dan Dirawat di RSHP UB
Setelah dievakuasi, ternyata ular piton ini mengalami luka parah pada bagian rahang bawah, juga mengalami fraktur pada rahang bawah dan abses di mata
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
Penulis : M Rifky Edgar H , Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Kondisi ular piton yang sebelumnya dipelihara dan terlantar di Taman Rekreasi Kota Malang (Tarekot) kini kondisinya sudah berangsur membaik.
Hal itu setelah ular piton tersebut dievakuasi dan dirawat di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Brawijaya (RSHP UB).
"Kondisinya sudah sedikit membaik. Lukanya sudah tidak busuk, ular sudah mulai ada ada tenaganya dan kondisinya sudah tidak mengalami dehidrasi," ucap Garvasilus Privantio Tegar Virgiawan Huler, Mahasiswa Fakultas Kedokteran UB, Selasa (8/9/2020).
Sebelumnya, ular yang memiliki panjang sekitar empat meter dan berat 15 Kilogram tersebut harus dievakuasi karena memiliki luka yang cukup serius di bagian mulut.
Kondisi tersebut diketahui, setelah ada salah seorang warga yang memposting hal tersebut ke media sosial.
Hal itu pun menjadi perhatian serius dari para pemerhati satwa di Kota Malang yang mengharuskan mereka untuk mengevakuasinya.
Meski ular tersebut sebenarnya dipelihara dan dirawat di Tarekot, yang merupakan tempat wisata yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Malang.
"Setelah kami evakuasi, ternyata ular piton ini mengalami luka parah pada bagian rahang bawah, juga mengalami fraktur pada rahang bawah sehingga kehilangan setengah rahang bawahnya,"
"Kemudian di kedua matanya juga mengalami abses (infeksi yang menyebabkan munculnya nanah), dan juga terjadi fraktur pada bagian rahang atas ular," ucapnya.
Ular piton tersebut kini sedang dirawat sendiri oleh pria yang akrab disapa Tio itu sesuai dengan arahan dari dokter.
Setiap seminggu sekali Tio membawanya ke RSHP UB untuk melihat kondisi kesehatan ular.
Hal tersebut dilakukan, guna melihat perkembangan luka yang di alami oleh ular yang diprediksi berumur sekitar 3 tahun tersebut.
"Nanti ke depannya akan kami lihat, jika semakin membaik dan lukanya mengalami regenerasi, maka akan kami lakukan operasi terhadap ularnya," ucapnya.
Selain itu, demi menjaga keselamatan dan kesehatan ular piton tersebut, rencananya ular tersebut tidak akan dikembalikan lagi ke Tarekot.
Ular tersebut akan dikarantina terlebih dahulu, guna melihat kondisi kesehatan dan perilakunya.
"Pastinya kita akan melihat kondisi ularnya kembali. Jika sudah benar-benar sembuh kita lihat kondisinya apakah memungkinkan dilepaskan ke alam atau akan kita rawat sepenuhnya. Soalnya kondisi ular tersebut akan buta, dan rahang bawah hilang setengah," tandasnya.