Berita Malang Hari Ini
Ular Piton di Tarekot Malang Alami Luka Sobek di Bibir, Begini Tanggapan Pemkot Malang
Rencananya, perbaikan kandang dan perbaikan fasilitas lain di Tarekot akan direncanakan pada tahun 2021 mendatang.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
Penulis : M Rifky Edgar H , Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang akhirnya memberi tanggapan terkait viral kabar kondisi ular piton peliharaan Taman Rekreasi Kota Malang (Tarekot) yang terlantar dan mengalami luka parah di bibir.
Plt Kepala Bagian Umum Pemkot Malang, Swarjana menyampaikan, bahwa ular tersebut memang menjadi peliharaannya di Tarekot.
Akan tetapi, asal muasal ular piton tersebut sebenarnya berasal dari pemberian masyarakat.
"Ular itu kayaknya bukan punya kami. Awalnya itu ada orang yang nangkap, kemudian dititipkan ke kami. Jadi, ular yang sakit itu milik siapa belum tahu, nanti akan saya kroscek," ucapnya saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Selasa (8/9/2020).
Swarjana pun tidak mengetahui penyebab luka yang berada di bibir ular piton tersebut.
Dia belum bisa menyampaikan penyebab luka tersebut, karena sampai saat ini pihaknya juga belum mendapatkan laporan.
"Saya belum bisa jawab karena belum ada laporan. Dan itu bukan ular kami. Karena seingat saya, ular inventarisir kami itu ada satu yang besar. Sementara kami juga banyak menerima ular liar pemberian masyarakat yang dikasihkan ke kami," ucapnya.
Sementara itu, untuk satwa lain seperti kera dan landak yang kini sedang dirawat di Tarekat dikatakannya merupakan inventarisirnya.
Satwa-satwa tersebut kini sedang dirawat di dalam kandang yang kondisinya juga memprihatinkan.
Hal tersebut pula yang sempat disentil oleh para pecinta satwa di Kota Malang saat mengevakuasi ular piton yang sakit tersebut dari kandangnya.
Swarjana pun berdalih bahwa pihaknya saat ini belum bisa melakukan perbaikan kandang satwa karena belum adanya anggaran.
Rencananya, perbaikan kandang dan perbaikan fasilitas lain di Tarekot akan direncanakan pada tahun 2021 mendatang.
"Sebenarnya Tarekot ini limpahan dari UPD Dinas Pariwisata dulu yang sekarang diserahkan ke Bagian Umum. Jadi sepanjang ada anggaran, nanti kami perbaiki. Rencananya akan kami anggarkan di APBD 2021 nanti," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji juga mengaku belum mengetahui informasi terkait dengan ular piton yang sakit di Tarekot tersebut.
Dia menyampaikan, bahwa pihaknya akan segera mengevaluasi Tarekot agar menjadi tempat hiburan bagi wisatawan yang datang ke Kota Malang.
"Kami belum dengar dan kami belum dapat laporan. Tapi sewaktu saya jadi anggota DPRD dulu, memang ada satwa yang tidak direkomendasikan untuk dirawat di sana atas permintaan masyarakat," ucapnya.
Oleh karenanya, melalui evaluasi itulah diharapkan Sutiaji Tarekot bisa menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan yang datang ke Kota Malang.
Sutiaji juga berjanji akan memberikan ruang-ruang yang nyaman bagi masyarakat agar dapat menikmati liburannya di Tarekot.
"Nanti akan kami lihat juga, kalau direnovasi apa saja yang dibutuhkan. Sembari kita lihat kunjungan masyarakat yang datang," tandasnya.