Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

UPDATE Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terancam Hukuman Penjara 4 Tahun dan Denda Rp 750 Juta

UPDATE Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terancam Hukuman Penjara 4 Tahun dan Denda Rp 750 Juta

KOLASE SURYAMALANG.COM
Potret Gilang Fetish Kain Jarik 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Berkas kasus fetish kain jarik atas nama tersangka Gilang Aprilian Nugraha Pratama kini tak lama lagi akan dinyatakan sempurna atau P21.

Saat ini, Kejari Tanjung Perak, Surabaya, yang menangani kasus ini tinggal menunggu keterangan dari Tim Ahli.

Dikatakan Kasubsi Pra Penuntutan Kejari Tanjung Perak, I Gede Willy Pramana pihaknya tinggal menunggu satu BAP dari ahli untuk segera bisa merampungkan berkas tersebut.

"BAP sudah dikerjakan penyidik, artinya pekan depan sudah bisa terbit berkas P21 nya," ujar Willy saat dikonfirmasi, Jumat, (11/9/2020).

Gilang Pelaku Fetish Kain Jarik Ditangkap di Kalimantan Tengah, Langsung Dikeler Menuju Surabaya

Mahasiswa Unair Nafsu Lihat Korban Dibungkus Kain Jarik, Awkarin dan Ernest Prakasa Turun Tangan

Bila sudah dinyatakan P21, pihaknya tinggal menunggu pelimpahan tersangka atau tahap II.

Saat disinggung mengenai pasal apa yang akan menjerat Gilang, Willy menjelaskan pasal yang akan menjerat mantan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB Unair) tersebut adalah Pasal 45B atau Pasal 45 ayat 4 UU 19/2016 tentang ITE.

“Untuk sementara ini pasal itu dulu,” lanjutnya.

Dengan pasal tersebut, tersangka Gilang bakal diancam hukuman pidana paling lama empat tahun penjara dan denda paling banyak Rp 750 juta.

Diketahui kasus ini bermula dari postingan korban W yang merupakan adik tingkat Gilang.

Merasa dilecehkan, kemudian W mengupload screenshoot percakapannya dengan Gilang.

Dengan berkedok penelitian, tersangka yang saat itu duduk di semester 10 FIB Unair memerintah W agar mau membungkus tubuhnya serta temannya menggunakan kain jarik.

Setelah tubuh W dan rekannya dibungkus, Gilang menyuruh salah satu dari mereka untuk merekam tubuh yang telah dibungkus tadi menggunakan ponsel.

Ternyata W dan rekannya, baru sadar kalau dirinya menjadi korban pelecehan seksual fetish kain jarik yang membuat Gilang merasa terangsang ketika melihat tubuh seseorang dibalut kain bermotif batik menyerupai pocong.

Setelah viral di media sosial, polisi dari jajaran Polda Jatim dan Polrestabes Kota Surabaya serta Polres Kapuas memburu tersangka dan berhasil diamankan di kediamannya di Jalan Cilik Riwut, Selat Dalam, Selat Kapuas, Kalimantan Tengah.

Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved