Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Hakim PN Surabaya Beri Vonis Bebas ke Bos MeMiles, Ratusan Nasabah Bersorak Gembira

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, memvonis bebas terdakwa bos MeMiles, Kamal Tarachand Mirchandani

Syamsul Arifin/TribunJatim.com
nasabah MeMiles yang memadati PN Surabaya mereka bersukacita atas vonis bebas yang diterima Bos MeMiles, Kamal Tarachand Mirchandani. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, memvonis bebas terdakwa bos MeMiles, Kamal Tarachand Mirchandani. Ada tiga dakwaan yang disematkan terhadap terdakwa itu tidak terbukti.

Hakim memutuskan Dirut PT Kam and Kam yang akrab disapa Sanjay tersebut tidak terbukti berbuat melawan hukum saat mengoperasikan aplikasi MeMiles. Pengacara terdakwa, Muzayyin mengaku sudah yakin kliennya akan dibebaskan karena dakwaan jaksa tidak berdasar.

"Keputusan majelis hakim sudah dianggap tepat. Fakta yang dipertimbangkan hakim kami punya izin kegiatan jasa yang konsisten dilakukan dengan menjual iklan," ujarnya, Jumat, (25/9/2020). 

Dalam sidang yang digelar Kamis, (24/9/2020) kemarin, Hakim ketua Yohanes Hehamony menyatakan bahwa terdakwa tidak terbukti dalam tiga pasal yang didakwakan. 

Adapun pasal dalam dakwaan diantaranya, kesatu primair yakni Pasal 105 dan dakwaan kedua subsidair Pasal 106 Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Hakim Johanis mengatakan, terdakwa Sanjay tidak terbukti menerapkan skema piramida dalam mendistribusikan barang dan jasa sebagaimana diatur dalam Pasal 109 UU Perdagangan. 

"Mengadili, menyatakan terdakwa Kamal Tarachand Mirchandani tidak terbukti bersalah sebagaimana dakwaan kesatu primer, dakwaan kesatu subsider dan dakwaan kedua," ujarnya saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya (24/9/2020). 

Aplikasi MeMiles menurut majelis hakim, memperoleh penghasilan dari berjualan jasa periklanan.

Bukan dari uang pendaftaran member.

"Terdakwa sebagai pelaku usaha mendapatkan penghasilan bukan dari penjualan barang dan jasa dengan skema piramida, melainkan dari penjualan jasa advertising," katanya. 

Halaman
123
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved