Berita Malang Hari Ini
Penerapan Program Permata Sakti di PTN dan PTS Kota Malang Full Daring, Faktor Pandemi Covid-19
Dengan ikut program ini, mahasiswa bisa menambah pengalaman kuliah di kampus lain. Namun karena faktor pandemi Covid-19, semua perkuliahannya daring
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
Ia mengambil di Unika Widya Mandira untuk matkul Antropologi Arsitektur Vernakuler.
Kemudian di Universitas Trisakti untuk matkul Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan.
Sedang di Universitas De La Sale Manado mengambil matkul Manajemen Kepariwisataan.
"Alasan saya mengikuti program Permata Sakti karena saya ingin mendapatkan pengalaman baru ketika belajar di kampus lain," jelas Wanda.
Wakil Rektor 1 Unitri Dr Ir Widowati MP menjelaskan mahasiswanya akan menempuh perkuliahan di 23 PTS, termasuk di Universitas Almuslim Aceh.
Mahasiswa PTS dari Aceh itu juga mengambil matkul di Unitri.
Sistem seleksi dilakukan dengan melihat IPK mahasiswa semester 5 dan 7 lewat kepala program studi.
Awal perkuliahan mahasiswa tergantung pada kampus tujuan. Ada yang mulai 1 Oktober dan 5 Oktober.
Ia berharap mahasiswa bisa senang menjalani program ini karena bisa berkesempatan belajar dimanapun berkat kebijakan kampus merdeka belajar.
Mahasiswa Unitri yang ikut program ini bisa mengikuti perkuliahan di PTS di wilayah barat dan timur Indonesia. Seperti Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Bosowa, Universitas Kristen Indonesia.
Di Universitas Brawijaya (UB) menerima sekitar 400 an mahasiswa. Mereka tersebar ke fakultas yang ada.
"Mereka yang ikut Permata Sakti dibiayai Kemendikbud," jelas Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani MS.
Saat pertama ada pada 2014, program pertukaran mahasiswa ini awalnya bernama Permata. Hanya diikuti tiga perguruan tinggi dengan 11 mahasiswa.
Kemudian berkembang lebih banyak Perguruan Tinggi. Tak hanya PTN, tapi juga politeknik dan PTS.
Pada 2019 dilakukan dengan blended learning. Tapi pada 2020 sesuai Pedoman Operasional Baku (POB), dilaksanakan full daring sebagaimana perkuliahan saat ini.
Mereka yang ikut program ini minimal IPK nya 2,75 dan memiliki prestasi minimal provinsi. Mereka yang ikut program ini hanya boleh ikut sekali.