Timnas Indonesia
Wawancara Eksklusif dengan Widodo Cahyono Putro Terkait Gol Terbaik Sepanjang Sejarah Piala Asia
Gol salto legenda Timnas Indonesia, Widodo Cahyono Putro sebagai gol terbaik Piala Asia sepanjang sejarah
Saya sudah mengantarkan membuat gol, dan tugas saya selesai sampai selesai kejuaran itu. Sekarang silakan masyarakat Indonesia yang menentukan nasib voting ini.
Ternyata, nitizen luar biasa. Setelah saya tertinggal beberapa ribu vote dari Vietnam, ternyata saya bisa membalikkan mereka, sampai empat juta pemilih dari kedua voter. Kalau tidak salah selisihnya sekitar lima ribuan dari Vietnam. Ini kan luar biasa.
Mencetak gol indah laga Timnas Indonesia merupakan cita-cita setiap pemain. Bagaimana kesan Anda setelah mencetak gol indah waktu itu?
Saya sangat bersyukur pada Yang Maha Kuasa. Bagi saya gol itu adalah anugerah. Saya merasakan itu. Sebelum pertandingan, malamnya saya berdoa pada Yang Maha Kuasa, bahwa besok saya mau main, saya ingin bikin sesuatu untuk bangsa ini.
Ternyata Tuhan mengabulkan doa saya waktu itu. Jadi bagi saya, itu adalah gol anugerah.
Mencetak gol indah lewat tendangan salto pasti tidak mudah. Seberapa sering Anda melakukan latihan itu?
Tidak ada latihan khusus. Tapi saya latihan feeling ball. Jadi feeling ball meletakkan ke gawang. Tidak hanya salto. Sebelum pertandingan, saya sering memvisualisasikan.
Kalau nanti kejadiannya bola dari sisi kiri atau kanan, bola atas atau bola bawah, saya sudah harus bagaimana dan saya sudah harus siap. Jadi, visualisasi itu sudah tertanam di otak saya.
Karena sepak bola kan kecepatan bola dan kecepatan gerak lebih cepat bola.
Makanya kalau intuisi kami tidak dilatih, dilatih memori seperti kayak gitu, kami pasti akan terlambat keputusannya.
Ini gol salto perdana Anda di ajang Internasional bersama Timnas Indonesia?
Kalau gol perdana untuk timnas di SEA Games 1991, tendangan salto ini saja.
Pesan dari keluarga dengan prestasi ini?
Keluarga sangat support sejak saya meniti karier di Warna Agung, Petrokimia, Persija, dan balik lagi ke Warna Agung.
Keluarga kami memang keluarga olahragawan. Saya paling kecil dari 12 bersaudara.