Breaking News:

Berita Trenggalek Hari Ini

Kekeringan Menghantam Lima Desa di Kabupaten Trenggalek

Lima desa itu, yakni Desa Banjar dan Cakil di Kecamatan Panggul, Desa Mlinjon dan Suruh di Kecamatan Suruh, seta Desa Gador di Kecamatan Durenan.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Aflahul
Warga Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Trenggalek menimba air di satu dari dua sumur yang tersisa saat musim kemarau. Desa tersebut sudah kekeringan sejak Agustus 2020 lalu. 

Untuk distribusi air, BPBD menggunakan anggaran bantuan regular dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Untuk kekeringan tahun ini, lanjut dia, tak ada pembatasan anggaran.

"Jadi apabila ada desa yang kekeringan, akan kami kirim air," ucapnya.

Pihaknya memprediksi, kekeringan tahun ini juga bakal berlangsung singkat.

Apalagi, Trenggalek sudah mulai diguyur hujan dengan intensitas rendah-sedang.

Di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, warga memanfaatkan dua mata air yang tersisa untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

BPBD telah mengirim air ke desa tersebut. Namun, masih kurang untuk mencukupi kebutuhan warga sehari-hari.

Prayit, salah satu warga Mlinjon, mengatakan, banyak sumber air yang mati sejak Agustus lalu.

"Sehari rata-rata saya mengambil air dua jam dengan perjalanan dua kilometer (km)," kata Prayit.

Warga lain, Musiam, mengaku, pun mengakui hal yang sama. Hampir saban hari ia harus datang ke salah satu sumur yang tersisa agar mendapat air bersih.

"Bantuan air dari pemerintah sudah ada, tapi masih belum mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved