Berita Bojonegoro Hari Ini

Siswi SMP Merasakan Sakit pada Kemaluannya, Bingung dengan Jejak Sperma Seusai Ditiduri Kakek Jomblo

Siswi SMP Merasakan Sakit pada Kemaluannya, Bingung dengan Jejak Sperma Seusai Ditiduri Kakek Jomblo

Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: eko darmoko
Instagram
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO - Siswi SMP di Bojonegoro sebut saja Bunga (14), menjadi korban persetubuhan yang dilakukan kakek yang lama menduda alias jomblo.

Persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini terjadi pada 19 Agustus lalu, pada malam hari.

Saat itu, korban bersama temannya diminta untuk menjaga warung milik pelaku bernama Kamto (43), warga asal Kecamatan Dander, Bojonegoro.

Namun karena sudah larut malam, warung ditutup pukul 23.00 WIB, lalu gadis belia itu dan temannya masuk rumah pelaku.

Selanjutnya Kamto datang pukul 00.10 WIB dengan membawa arak mengajak Bunga dan temannya untuk minum.

Misteri Jejak Sperma, Gadis Belia Dicekoki Arak dan Disetubuhi Kakek di Bojonegoro, Lalu Diberi Uang

Awalnya Mandi Sambil Bernyanyi, Lalu Gadis Belia Ini Teriak Histeris Karena Ulah Nakal Tetangga Pria

Kamto, kakek di Bojonegoro setubuhi gadis di bawah umur.
Kamto, kakek di Bojonegoro setubuhi gadis di bawah umur. (SURYAMALANG.COM/M Sudarsono)

"Korban yang masih pelajar ini diajak minum pelaku, sempat menolak namun akhirnya mau."

"Setelah mabuk disetubuhi," kata Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan saat ungkap kasus, Selasa (6/10/2020).

Kapolres menjelaskan, korban dan temannya yang pusing setelah minum arak lalu masuk kamar berbeda.

Kemudian pelaku yang sudah menduda dua tahun itu ikut menyusul ke kamar korban yang tak sadarkan diri, lalu melakukan persetubuhan.

Selesai melakukan menyetubuhi, pelaku memberi sesuatu kepada korban yang saat itu tidak diketahui apa, karena Bunga masih setengah sadar akibat terpengaruh alkohol.

Saat korban sadar, ternyata uang Rp 200 ribu sudah di tangannya.

Misteri Jejak Sperma

Korban juga merasakan kesakitan di kemaluannya, namun tidak mengetahui apakah sperma pelaku keluar di dalam atau di luar karena dalam kondisi mabuk.

"Ya korban tidak tahu karena posisinya mabuk saat disetubuhi pelaku, kita jerat undang-undang perlindungan anak ancaman maksimal 15 tahun," pungkasnya.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved