Berita Malang Hari Ini
Pemkot Ungkap Rugi Ratusan Juta Akibat Demo Tolak Omnibus Law di Kota Malang yang Berakhir Ricuh
Dampak dari demo tolak Omnibus Law yang berakhir ricuh di Kota Malang cukup dirasakan oleh Pemerintah Kota Malang
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: isy
SURYAMALANG.COM | MALANG - Dampak dari demo tolak Omnibus Law yang berakhir ricuh di Kota Malang cukup dirasakan oleh Pemerintah Kota Malang. Akibat dari kejadian tersebut, sejumlah kaca di Balaikota Malang pecah dan berapa mobil plat merah dirusak dan satu mobil milik Satpol PP dibakar.
"Ini kericuhan demo terparah di Kota Malang. Total kerugian yang kami himpun kurang lebih Rp 200 Juta. Dan mobil yang dirusak kira-kira Rp 10-15 Juta," ucap Kasubbag Komunikasi Pimpinan bagian Humas Pemkot Malang Joko Priyono, Kamis (8/10).
Dari pantauan di lokasi, suasana di dalam Balaikota Malang juga cukup mencekam.
Beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balaikota berlarian saat mendengar pecahan kaca dari belakang ruang mejanya.
Puluhan Satpol PP bertugas mengamankan Balaikota Malang dari aksi pendemo.
Pendemo pun akhirnya digiring mundur ke Jalan Majapahit dan Jalan Kahuripan setelah satu mobil water canon memasuki halaman luar Balaikota Malang.
Mobil tersebut bertugas memadamkan mobil patwal Satpol PP yang terbakar di Jalan Majapahit Kota Malang.
Batu-batu bekas lemparan juga masih berserakan di halaman Balaikota Malang.
Ruas jalan yang mengarah ke Balaikota Malang ditutup.
Begitu juga kondisi taman di Tugu Balaikota Malang banyak yang rusak, termasuk taman-taman yang berada di depan Gedung DPRD juga ikut rusak.

Sementara itu, gedung DPRD Kota Malang juga tak luput dari aksi massa.
Mereka mencorat-coret tulisan DPRD Kota Malang.
Coretan tersebut bahkan berada di beberapa tembok gedung dengan tulisan bertuliskan kalimat cacian.
"Dewan rugi puluhan juta. Karena plat di depan DPRD saja Rp 20 Jutaan," ucap Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika.
Made mengatakan bahwa kericuhan awal yang terjadi dilakukan tanpa adanya orasi dari para pendemo.