Berita Malang Hari Ini
Ketua Umum DPP PKB Resmikan Platform Santrinet di Ponpes Gasek Malang di Peringatan Hari Santri
DPP PKB memperingati Hari Santri, 22 Oktober dengan peluncuran platform digital santrinet.com di Pondok Pesatren Sabilur Rosyad, Gasek, Malang
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
Penulis : Sylvianita Widyawati , Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - DPP PKB memperingati Hari Santri, 22 Oktober dengan peluncuran platform digital santrinet.com di Pondok Pesatren Sabilur Rosyad, Gasek, Malang, Kamis (22/10/2020).
Santrinet adalah platform mengaji virtual sebagai solusi pendidikan saat kondisi pandemi Covid-19.
Peresmian dilakukan oleh Dr Halim Iskandar, Ketua DPP PKB dan disaksikan 1000 ponpes secara virtual.
Ida Fauziyah, Wakil Ketua Umum DPP PKB bidang kesejahteraan menjelaskan, platform digital ini untuk mengisi ruang-ruang para santri dalam kondisi pandemi.
"Pandemi Covid-19 dampaknya luar biasa di berbagai bidang termasuk ekonomi dengan banyak pekerja ter PHK. Sedang di bidang pendidikan membuat ada PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)," kata Ida.
Dampak tidak ada pelajaran luring juga mempengaruhi pendidikan di ponpes.
"Banyak yang belum siap. Pembelajaran langsung memang efektif. Tapi tak bijak jika tidak memberi solusi," jelasnya.
Sehingga platform ini dirasa memberi solusi untuk memberi penbelajaran tidak langsung. Dijelaskan dia, semua pembelajaran mengaji di ponpes di adopsi.
"Semua tradisi mengaji di pondok ada di platform ini tapi virtual. Semoga bisa mengatasi kesenjangan internet," papar dia.
Fasilitas di platform ini seperti Muthola'ah yaitu menonton video pembelajaran santri yang disiapkan asatidz pesantren.
Ada juga Majelis Badogan, Surogan, Maktabah atau mengunggah dokumen, Imtihan untuk pemberian tugas dan raport santri.
Santrinet dirancang oleh para santri. Sehingga diyakini sesuai kebutuhan para santri.
Muhaimin Iskandar, Ketua Umum DPP PKB di kegiatan itu menceritakan soal sejarah Hari Santri dan tentang santrinet. Di mana DPP merancang platform ini sebagai solusi darurat pendidikan.
Pria yang diberi gelar Panglima Santri ini berharap platform ini bisa memberi pendidikan yang memadai.