Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Dindik Jatim Tingkatkan Jumlah Kapasitas Sekolah untuk Uji Coba Belajar Tatap Muka

Dindik Jawa Timur meningkatkan jumlah kapasitas sekolah jenjang SMA/SMA dan SLB yang dapat melakukan uji coba belajar tatap muka

benni indo/suryamalang.com
Kegiatan belajar mengajar tatap muka di SMKN 2 Batu yang berlangsung di hari ketiga, Senin (24/8/2020). Para pelajar wajib membagikan lokasi secara langsung melalui aplikasi selepas pulang sekolah agar terpantau oleh guru. 

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur meningkatkan jumlah kapasitas sekolah jenjang SMA/SMA dan SLB yang dapat melakukan uji coba belajar tatap muka. Hal ini dilakukan setelah tidak adanya daerah yang berstatus zona merah di Jatim.

Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi, di Surabaya mengatakan jumlah kapasitas sekolah SMA/SMK dan SLB telah ditingkatkan setelah evaluasi uji coba belajar tatap muka sejak 18 Agustus 2020 dirasa berjalan dengan baik.

"Mulai kemarin kapasitasnya kami tingkatkan karena kabupaten/kota di Jatim sudah tidak ada zona merah Covid-19, yang ada zona oranye dan kuning," ungkap Wahid.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Jatim itu mengemukakan untuk kapasitas terbaru, jumlah SLB yang dapat melakukan uji coba PTM adalah 10 persen dari jumlah SLB yang ada di suatu kabupaten/kota.

Kapasitas SMA dan SMK juga mendapat porsi lebih besar untuk menggelar uji coba belajar tatap muka tersebut.

"Untuk SMA jumlahnya 20 persen dari jumlah SMA yang ada di suatu kabupaten/kota tersebut. Sementara untuk SMK adalah 35 persen dari jumlah SMK," ujarnya.

Meski menambah kapasitas sekolah yang dapat melakukan uji coba pembelajaran tatap muka harus mendapat surat rekomendasi terlebih dahulu dari Satgas Covid-19 di kabupaten/kota setempat.

"Uji coba tatap muka tetap harus mendapat surat rekomendasi dari Satgas Covid-19 kabupaten/kota tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 6 Surabaya,Bahrun mengungkapkan saat ini untuk SMK memang diperlukan pembelajaran tatap muka. Khususnya untuk kelas XII yang akan lulus.

"Kalau materi bisa secara daring, tetapi praktek sebagai kompetensi siswa SMK ini butuh pembelajaran tatap muka,"ungkapnya.

Untuk itu, di sekolahnya mulai menerapkan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan, sehingha siswa bisa merasakan langsung pembelajaran praktek di sekolah yang sesuai dengan industri.

Catatan Redaksi: Bersama kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Penulis: sulvi sofiana
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved