Breaking News:

Berita Nganjuk Hari Ini

Tiket KA Mulai Ada yang Habis, Penumpang Kereta Api Wilayah Daop 7 Meningkat Signifikan

Karena lonjakan penumpang, waktu pemesanan/pembelian tiket dari H-7 sampai dengan H-14, serta kereta Api yang semula dibatalkan kini dijalankan lagi

ILUSTRASI - Pembelian tiket Kereta Api 

Penulis : Achmad Amru Muiz , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, NGANJUK - Jumlah penumpang kereta api Daop 7 Madiun mengalami peningkatan cukup siginifikan di masa libur panjang cuti bersama saat ini, bahkan tiket beberapa KA untuk arus balik sudah habis terpesan..

Untuk Tanggal 21 Oktober sampai dengan tanggal 22 Oktober total jumlah pelanggan yang berangkat dan datang di wilayah Daop 7 Madiun mencapai 11.746 penumpang.

Sedangkan untuk masa libur panjang mulai tanggal 28 Oktober dan 29 Oktober 2020 serta 30 Oktober terpantau jumlah penumpang mencapai 21.497 orang atau mengalami peningkatan sekitar 83 persen.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, KAI Daop 7 Madiun sendiri telah melakukan antisipasi lonjakan penumpang pada masa libur panjang tersebut.

Yakni dengan memperpanjang waktu pemesanan/pembelian tiket dari H-7 sampai dengan H-14, serta dengan menjalankanya kembali Kereta Api yang semula dibatalkan akibat adanya pandemi Covid-19.

Seperti KA Brantas relasi Blitar - Pasarsenen PP, KA Singasari relasi Blitar Blitar - Pasarsenen PP, dan KA Anjasmoro relasi Jombang - Pasarsenen PP.

Saat ini terpantau sementara dalam data Rail Ticket Sistym (RTS) ketersediaan jumlah tempat duduk dari tanggal 31 Oktober 2020 sampai dengan 1 Nopember 2020 sudah mulai ada yang habis.

Untuk KA 117 (Brantas) kelas ekonomi tersedia 24 tempat duduk, KA 127 (Anjasmoro) kelas ekskutif tersedia 52 tempat duduk, kelas ekonomi tersedia 128 tempath duduk, sedangkan KA 109 (Singasari), dan KA 293 (Kahuripan) sudah habis terjual.

Dikatakan Ixfan, dengan meningkatnya pelanggan yang naik KA seiring dengan peningkatan permintaan rapid test yang diberikan di beberapa stasiun dengan harga hanya RP 85.000 seperti di Madiun, Jombang, Kertosono, dan Blitar.

Dari tanggal 30 juli 2020 sampai dengan tanggal 29 Oktober 2020 ada sebanyak 9.212 peserta rapid test yang telah dilayani.

"Untuk itu kami mengimbau bagi pelanggan yg belum memiliki rapid test agar dapat melakukanya pada H-1 sebelum jadwal keberangkatan, guna mengantisipasi antrian panjang yang dapat mengakibatkan penumpang tertinggal KA," tutur Ixfan Hendriwintoko dalam rilisnya, Jumat (30/10/2020).

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved