Berita Tulungagung Hari Ini

Nangkula Park Desa Kendalbulur Tulungagung Raup Omset Rp 1,5 Miliar, Perjuangan di Masa Pandemi

Dalam waktu empat bulan, keberadaan taman ini mampu menggerakkan ekonomi dengan omzet senilai Rp 1,5 miliar.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Abdul Halim Iskandar (batik hijau, depan) perpose di taman bunga celose Nangkula Park, Kamis (29/10/2020) silam. 

Penulis :David Yohanes , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kecamatan Tulungagung, Jawa Timur sempat mengalami stagnasi ekonomi selama masa pandemi virus corona.

Namun di saat pemberlakukan new normal, mereka bangkit lewat Nangkula Park dan mampu menggerakkan ekonomi secara luas.

Hamparan tanah aset Desa Kendalbulur, kini tampil beda. Lahan sawah yang bisa disewakan satu tahun sekali, kini telah berubah menjadi taman bermain dan rekreasi keluarga.

Dalam waktu empat bulan, keberadaan taman ini mampu menggerakkan ekonomi dengan omzet senilai Rp 1,5 miliar.

“Kini kami tumbuh bersama, mulai dari pekerja Nangkula Park, UMKM dan warga di sekitar. Semuanya merasakan kebangkitan ekonomi,” ucap Kepala Desa Kendalibulur, Anang Mustofa.

Anang merancang Nangkula Park sejak awal 2020. Namun sayang saat belum tuntas, terjadi pandemi virus corona. Ekonomi warga mengalami kemunduran karena kebijakan “di rumah saja”.

Hingga kerja keras seluruh elemen masyarakat Tulungagung, membuat pasien Covid-19 bisa dikendalikan.

Hingga pada Juni 2020 wilayah Tulungagung masuk zona kuning. Kebijalan penanganan Covid-19 mulai dilonggarkan dan ekonomi mulai berjalan.

“Nangkula Park resmi kami luncurkan pada 28 Juni 2020. Kami mengandalkan wisata buatan untuk keluarga,” tutur Anang.

Meski di tengah pandemi, minat wisatawan lokal sangat tinggi. Tidak hanya di akhir pekan, setiap hari banyak wisatawan datang menikmati suasana taman di kawasan persawahan ini. Karena masih suasana pandemi, pengelola menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Sejumlah tempat cuci tangan dipasang di pintu masuk. Selain itu alat ukur suhu otomatis juga dipasang. Pengelola juga mewajibkan setiap pengunjung menggunakan masker.

Nangkula park menyajikan taman bunga celocia beraneka warna nan indah. Di tengah taman ada monumen keris menjulang, dengan gagang Ganesha. Karena keris ukuran raksasa ini, warga juga menyebutnya sebagai taman keris.

“Jadi kami memang menyajikan tempat bersantai keluarga. Ada banyak gazebo yang bisa dipakai. Selain tempat bermain yang luas untuk anak-anak,” sambung Anang.

Keberadaan taman ini membuka menyerap tenaga kerja warga setempat sejumlah 41 orang. Mereka bekerja di resto, loket, tukang parkir dan para pekerja lain. Selain itu keberadaan taman ini menggerakkan 15 UMKM desa.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved