Berita Malang Hari Ini
Lintang Mendongeng Ande-Ande Lumut Bagi Anak Yang Bermain Di Taman Singha Merjosari
Anak-anak yang sedang bermain bersama orangtuanya di Taman Singha Merjosari mengikuti kegiatan mendongeng bersama Lintang Pandu Pertiwi
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Anak-anak yang sedang bermain bersama orangtuanya di Taman Singha Merjosari mengikuti kegiatan mendongeng bersama Lintang Pandu Pertiwi, Minggu (8/11/2020).
Ia bergabung di acara rutin Tebar Baca yang diadakan oleh Gubuk Tulis itu.
"Setelah pandemi, baru dua pekan ini kegiatan Tebar Baca kami giatkan lagi di taman ini," jelas Nuril Qomariyah, Pemred Gubuk Tulis yang juga Koordinator Komunitas Perempuan Bergerak pada suryamalang.com.
Nuril dkk-nya membuka lapak buku bacaan anak-anak. Sehingga selain bermain, mereka bisa membaca buku yang disiapkan mereka.
"Mau dongeng apa?" tanya Lintang pada anak-anak yang datang.
Ada yang minta cerita pangeran, ada yang minta cerita princess. Lintang kemudian membawakan dongeng Ande-Ande Lumut untuk mereka.
Sambil mendongeng, ia membawa bukunya. Sehingga anak-anak juga melihat visualnya.
Sebelum kegiatan itu, dalam perbincangan dengan suryamalang.com, Lintang menyatakan sudah mendongeng sejak lima tahun lalu.
"Saya paling suka membagikan cerita tentang cerita asli Indonesia. Seperti Ande-Ande Lumut, Bawang Merah Bawang Putih, Tujuh Bidadari," kata perempuan berambut panjang ini.
Karena segmennya ke anak-anak, dalam mendongeng, unsur kekerasan di ceritanya sudah diperhalus.
Awalnya, ia suka menggambar dan kemudian membuat buku-buku dongeng. Ternyata diminati penerbit. Selain itu, ia juga menjadi ilustrator lepas di media dan penerbit indie.
Karyanya juga mendunia, ke Amerika Serikat dan Eropa. Menjalani sebagai pendongeng untuk anak-anak, dirasa menyenangkan. Karena biasanya anak-anak manis dan ia bisa membacakan cerita.
Cuma memang anak-anak kurang konsentrasi pada cerita. Kadang fokus ke gambar. Agar anak-anak suka membaca, ia menyarankan agar buku-buku diberi ilustrasi menarik dan berwarna.
Terbukti buku-buku cerita HC Anderson bisa mendunia karena itu. Ditambahkan Nuril, buku bacaan anak-anak yang dibawa ke taman biasanya sudah disortir dulu. Sehingga layak baca buat mereka.
"Kami punya koleksi buku anak-anak, remaja dan dewasa. Tapi khusus di taman, kami hanya membawa buku bacaan anak-anak," paparnya.
Selain itu biasanya membawa buku menggambar dan mewarnai. Ia ingin agar anak-anak bisa melepaskan sejenak dari gawai dengan buku-buku yang ada.
Usai mendongeng, panitia juga menyiapkan snack bagi yang berhasil menjawab seputar cerita Ande-Ande Lumut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/lintang-pandu-pertiwi-mendongeng-ande-ande-lumut-di-taman-singha-merjosari-kota-malang.jpg)