HUT Harian Surya 31

Ubah Laku Desainer Elizabeth Njo, Buktikan Mampu Survive di Tengah Pandemi Corona

Elizabeth Njo May Fen, desainer asal Kota Pahlawan yang juga memiliki sekolah desain ini mengaku kelimpungan saat pandemi

Editor: isy
sugiharto/suryamalang.com
Desainer Elizabeth Njo 

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Situasi pandemi yang tak terduga seperti saat ini membawa dampak yang luar biasa bagi para pengusaha. Banyak dari mereka yang harus melalui perjuangan berat untuk bisa survive, seperti yang dilalui oleh desainer Elizabeth Njo May Fen.

Desainer asal Kota Pahlawan yang juga memiliki sekolah desain ini mengaku kelimpungan saat pandemi masuk Surabaya dan disusul kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

"Awal pandemi di Surabaya ini sudah sangat kerasa dampaknya, terutama saat sekolah diliburkan dan PSBB. Terpaksa kelas juga harus saya liburkan," ungkap Elizabeth Njo.

Pendiri Pison Art and Fashion Foundation ini menuturkan, keputusannya untuk meliburkan sekolah adalah hal yang berat.

Disusul para wali murid terus meminta tetap diadakan kelas.

"Awalnya sekolah saya liburkan total. Tapi karena banyak permintaan dari orangtua siswa yang ingin kelas tetap ada, akhirnya saya siapkan semua sistem untuk kelas online," ujar perempuan yang akrab disapa Afen.

Ia mengungkapkan, selama kelas diliburkan tak ada pemasukan sama sekali, mengingat kegiatannya sebagai fashion desainer juga berhenti sementara.

Afen kemudian mengeluarkan uang dari tabungan pribadi untuk menyiapkan semua keperluan kelas online dan keperluan lain terkait bisnisnya.

"Akhirnya ludes deh tabungan. Tapi demi kelas bisa jalan dan tidak merumahkan karyawan," imbuhnya.

Meski ia harus menghabiskan banyak tabungan pribadi, Afen berusaha tetap berkontribusi untuk masyarakat, salah satunya dengan membagikan masker dan APD di beberapa rumah sakit.

"Waktu itu saya buat kegiatan bagi-bagi 4000 masker dan APD. Untuk membantu masyarakat yang kesusahan mendapatkan masker juga membantu tenaga kesehatan di rumah sakit," kata Afen.

"Masker dan APD ini dibuat sendiri oleh tim saya supaya mereka tetap ada pekerjaan," tambahnya.

Afen mengaku, situasi pandemi ini dinilainya cukup merepotkan.

Sebab, ia harus tetap mempertahankan para karyawan ditambah tabungan pribadinya yang semakin berkurang tanpa pemasukan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved