Berita Jember Hari Ini

Fakta Baru Video Syur Bu Bidan dan Pak Dokter Jember, Dokter AM Juga Pernah dengan Bu Perawat

Fakta baru tentang kelakuan dokter Am yang terlibat video syur bu bidan dan bu dokter di Jember diungkap dua pria suami bidan dan suami bu peraawat

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Doni Prasetyo
ILUSTRASI . Video syur bu bidan dengan pak dokter di Jember. Fakta baru diungkap, ternyata dokter AM pernah berbuat yang sama dengan seorang bu perawat Puskesmas 

Penulis : Sri Wahyunik , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Fakta baru video syur bu bidan dengan pak Dokter di Jember berupa kelakuan si dokter dengan seorang ibu perawat yang lain terbongkar.

Bukan hanya bercumbu dengan bu bidan yang sudah bersuami, dokter berstatus PNS berinisial AM itu diketahui juga pernah berhubungan dengan perempuan lain yang merupakan seorang perawat,

Dengan kata lain, dokter AM, dokter pemeran dalam video syur sudah dua kali terlibat perselingkuhan dengan dua tenaga kesehatan perempuan di Puskesmas di Jember.

Dua orang perempuan yang diajaknya berselingkuh yakni seorang perawat dan seorang bidan yang keduanya adalah perempuan bersuami. 

Fakta baru dar video syur bu bidan dengan pak dokter ini diungkap oleh dua pria pada Kamis (12/11/2020).

Dua pria itu masing-masing adalah suami dari bu bidan AY dan seorang mantri, mantan suami bu perawat yang berselingkuh dengan dokter AM.

Kedua orang itu bersama sejumlah warga Desa Curahnongko mendatangi Mapolres Jember, Kamis (12/11/2020) siang.

Sebelum kasus dokter AM dengan Bidan AY mencuat saat ini karena beredarnya video syur, sekitar 11 tahun yang lalu dokter AM sudah berulah.

Di rentang tahun 2008 - 2009, lelaki itu juga berselingkuh dengan seorang perempuan yang bertugas di Puskesmas Curahnongko.

Ketika itu, AM sedang bertugas di Puskesmas itu, satu kantor dengan perempuan tersebut.

Ketika itu, suami dari si perempuan perawat, pak mantri, sedang melanjutkan sekolah ke Belanda.

Karena mengetahui perselingkuhan dokter AM dengan istrinya, ketika itu sepulang dari Belanda pak mantri melapor ke Dinas Kesehatan, Inspektorat, dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Selain itu, Pak Mantri itu juga mengurusi berkas perceraian ke Pengadilan Agama.

"Rumah tangga saya hancur, dan kami bercerai. Anak-anak saya yang menjadi korban," ujar pak mantri yang kini bertugas di Puskesmas Kemuningsari Kidul Kecamatan Jenggawah.

Kal itu dokter AM mendapatkan sanksi atas laporan Pak Mantri.

AM 'disekolahkan' ke Dinas Kesehatan selama empat bulan.

Setelahnya, dia kembali ke bertugas di beberapa Puskesmas dengan jabatan kepala Puskesmas.

Pada bulan Januari 2020 lalu, AM kembali ditugaskan ke Puskesmas Curahnongko.

Pak Mantri itu juga sedang berdinas di Puskesmas itu.

"Dia ditempatkan lagi ke Puskesmas Curahnongko, awal tahun ini. Saya berdinas di sana juga. Akhirnya saya memilih meminta pindah, karena saya pasti tidak akan nyaman bekerja satu tempat dengan dokter itu," ujar Pak mantri yang kini sudah bercerai dengan sang istri yang pernah berselingkuh dengan dokter AM.

Siang tadi, pak mantri bersama dengan suami bidan AY ikut mendatangi Mapolres Jember.

Di sisi lain, Lelaki suami bidan AY menegaskan, dirinya ingin kasus video syur itu diusut tuntas oleh pihak kepolisian.

"Atas dukungan warga juga, saya datang ke sini (Mapolres Jember) untuk berkonsultasi dan berkomunikasi lebih lanjut atas video. Kami ingin kasus ini diusut dan ada penegakan hukum, supaya yang seperti ini terjadi lagi," ujar lelaki yang juga berprofesi sebagai dokter tersebut.

Dia mengakui, saat ini rumah tangganya hancur. Sang anak, katanya, turut menjadi korban paska beredarnya video syur itu.

Lebih lanjut, lelaki itu akan melengkapi berkas dan membuat pelaporan.

"Jika nanti berkas sudah lengkap, dan dengan dukungan dari warga, saya akan komunikasi lebih lanjut dengan polisi," tegasnya.

Baik Pak Mantri, maupun pak dokter suami bidan AY meminta ada penegakan hukum atas tindakan asusila yang terekam di video itu.

"Supaya ada efek jera, dan tidak ada lagi keluarga lain yang menjadi korban," tegasnya.

Sementara di sisi lain, Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief mengaku sudah mendapatkan informasi tentang perilaku tidak terpuji dari dokter AM.

"Iya, saya juga mendapatkan informasi itu. Karenanya itu akan menjadi catatan juga dalam pemeriksaan terhadap mereka. Nanti apa hasilnya dan apa sanksinya, saya menunggu pemeriksaan yang kini dilakukan Dinas Kesehatan," tegas Kiai Muqit.

Seperti diketahui, beredar video syur antara pak dokter dan bu bidan di sejumlah warga Desa Curahnongko Kecamatan Tempurejo.

Video syur paling panjang yang beredar, berdurasi 48 detik.

Video itu menunjukkan adegan seorang perempuan yang beradegan panas dengan seseorang.

Lawan mainnya diduga kuat merekam aksi mereka.

Dari kamera CCTV, lawan main perempuan itu diduga kuat dokter di Puskesmas Curahnongko.

Hal itu juga diakui oleh bu bidan ketika diklarifikasi oleh kepala TU Puskesmas setempat.

Adegan panas itu dilakukan di ruangan di dalam rumah dinas pak dokter tersebut.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved