Berita Malang Hari Ini

Dewan Dorong Ada Kenaikan Upah Guru Honorer Kota Malang, Nilainya Diusulkan Setara UMK

dewan meminta kepada Pemerintah Kota Malang agar membantu menaikan gaji para guru honorer

suryamalang.com/Sri Wahyunik
Ilustrasi - Ribuan guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap Kabupaten Jember melakukan aksi demo. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Gaji yang diterima oleh Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Malang dinilai oleh anggota DPRD Kota Malang terlalu rendah. 

Gaji yang didapatkan oleh GTT maupun PTT dianggapnya masih kurang dari Upah Minimum Kota Malang (UMK). 

Untuk itu, dewan meminta kepada Pemerintah Kota Malang agar membantu menaikan gaji para guru honorer.

Angka nominalnya bisa setara dengan UMK Kota Malang yang saat ini mencapai Rp 2,9 Juta per bulan.

"Kami menyayangkan, gaji mereka terlalu rendah. Kami minta samakan dengan UMK Kota agar mereka bisa hidup layak di Kota Malang," ucap Arif Wahyudi, Fraksi PKB DPRD Kota Malang.

Arif pun menilai, sebenarnya guru honorer merupakan orang pilihan yang mengabdi demi mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

Namun dia menyayangkan nasib guru honorer tidak seperti pegawai-pegawai lain di bawah naungan Pemerintah Kota Malang.

Arif meminta tanggapan kepada Wali Kota Malang terkait dengan besaran gaji GTT maupun PTT di Kota Malang.

"Karena kami masih menerima banyak keluhan baik dari GTT maupun PTT yang menyampaikan pendapatan bulanan yang mereka terima jauh dari standard untuk hidup layak karena jauh di bawah UMK," terangnya

Selain meminta menaikkan gaji, dewan juga meminta data detail jumlah GTT dan PTT di Kota Malang.

Ketu DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika pun juga berjanji akan memperjuangkan nasib bagi para guru honorer tersebut.

"Bayangkan, dari data yang kami punya, ada yang gajinya hanya Rp 200 Ribu per bulan. Kasian mereka. Gak cukup kalau gaji segitu buat kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Untuk itu, dia meminta kepada Pemkot Malang agar memberikan insentif dan penghargaan bagi para guru honorer Kota Malang.

Agar kehidupan mereka bisa sejahtera dan sama dengan pegawai atau karyawan dari perusahaan lain.

"Pemerintah mendorong perusahaan swasta untuk menaikkan pekerja sesuai UMK. Tapi pegawai di dinas sendiri gajinya jauh dari UMK. Itu yang akan kami perjuangkan," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved