Sabtu, 25 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Kampung Budaya Polowijen Kota Malang Pikat Komunitas Pengrajin Bambu Lamongan

Baru-baru ini KBP kedatangan 40 orang pengrajin dari sentra kerajinan anyaman bambu dari desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan.

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/KBP
Rombongan pengunjung diajak praktek melukis bersama dengan medium caping yang sengaja mereka bawa sebagai cinderamata untuk KBP. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat pengurus Kampung Budaya Polowijen (KBP) untuk terus menjalankan aktivitas rutinnya.

Bahkan, jadwal kunjungan dari para pegiat seni budaya dan stakeholders dari beberapa daerah mulai berdatangan untuk keperluan, mulai studi banding, riset, dan lainnya.

Baru-baru ini KBP kedatangan 40 orang pengrajin dari sentra kerajinan anyaman bambu dari desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan.

"Kami berkunjung ke KBP tujuannya tidak lain melakukan studi banding pemanfaatan bambu dan sentra kerajinan bambu yang sudah dijalankan oleh para pegiat KBP," kata kepala desa Sukolilo, Lasmiran dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM, Senin (23/11/2020).

Pihaknya ingin membuat desa wisata di Sukolilo seperti di kampung budaya yang ornamennya berbahan bambu sebagaimana produk tersebut ada di desa Sukolilo.

"Kami akan meningkatkan sentra kerajinan anyaman bambu di desa kami menjadi sentra edukasi sepeti di kampung ini," ujarnya.

Ide tentang desa wisata bambu sebenarnya sudah lama bergulir dan konsepnya dipakai di desa wisata lain.

Ketua sentra kerajinan bambu, Asan Sutanto mengatakan, pihaknya tidak menyangka bahwa di Kampung Budaya Polowijen ini pemanfaatan kerajinan bambu Sukolilo sangat maksimal mulai ekterior rumah sampai interior.

"Kami belajar betul dari kampung ini dan tinggal mereplikasi," ujar mentor Asosiasi Pengrajin Bambu Jawa Timur itu.

Sementara itu, perupa KBP, Anang Rudi Hermanto mempraktekan beberapa contoh pemanfaatan kerajinan bambu yang bukan hanya untuk kebutuhan sehari hari.

Bahkan, ke depan kerajinan bambu akan dikembangkan untuk media terapi dan seni.

"Di KBP, kerajinan bambu sebagai sarana untuk seni rupa, keperluan fashion show, bahkan untuk pengembangan alat musik," kata Anang.

Dalam kunjungan itu, rombongan juga disuguhi tari Topeng Malang.

Tampak rombongan dari Sukolilo menirukan gerak tari.

Tak hanya itu, KBP juga menyuguhkan makanan minuman tradisional serta jajanan polo pendem.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved