Produktif di Tengah Pandemi Covid 19

Pasukan Records Lahir Dari Jatim Langsung Gelar Konser Virtual Kelas Dunia Saat Panggung Musik Mati

Arief 'Blingsatan' dan Wiesa menunjukkan jika mereka tetap bisa berkarya merealisasikan ide besar di tengah segala 'belenggu' kondisi saat pandemi. 

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Dyan Rekohadi
Pasukan Records
Founder dan Co Founder Pasukan Records, Arief Blingsatan dan Wiesa (Iprobz) 

Arief dan juga Wiesa menunjukkan jika mereka tetap bisa berkarya dan lebih termotivasi ketika kebebasan berekspresi mereka sebagai musisi dibelenggu oleh aturan selama pandemi.

“Terus terang kami kecewa dengan pemimpin Surabaya yang tidak mau mendengar aspirasi kami para seniman, kami anak muda yang berusaha berkreasi terus,tidak pernah ditemui saat mengadu, tapi kalau yang datang pedagang kaya ditemui. Sekarang kami tunjukkan kami bisa meski tanpa dukungan dan tidak boleh di Surabaya, “ ujar Arief yang juga dikenal sebagai Arief Blingsatan itu.

Pemain bas grup band Blingsatan ini mengakui jika salah satu motivasinya mendirikan label  rekaman bukan saja hanya untuk melawan kondisi keterpurkan karena Corona, tapi juga ‘dendam’ pada pemimpin daerah yang tidak memberi dukungan.

Arief menjadi salah satu peserta bahkan menjadi salah satu orator yang maju di depan di saat para pekerja seni  menggelar aksi demo di Surabaya beberapa waktu lalu.

Sebagai seorang pemain band dan manajer sebuah grup band ia merasakan sendiri bagaimana kondisi ekonomi keluarganya ikut terpuruk ketika pentas seni dilarang.

“Saya ikut menemui DPRD, ikut demo, saya juga ikut berusaha menemui bu Risma tapi ya gak ditemui, saya merasakan dan ikut memperjuangkan upaya teman-teman yang tidak bisa makan karena tempat hiburan ditutup,” kisah Arief.

Dengan ‘dendam’ membaranya ia berusaha mencari upaya untuk tetap ‘hidup’ dalam dunia musik hingga akhirnya terbesit membuat sebuah perusahaan rekaman.

Menggandeng rekannya yang punya bekal soal bisnis recording, Arief mulai menjelajah secara virtual untuk belajar dan membuka link.

Ia menjalani semua proses legal pendirian perusahaan rekaman secara mandiri dan memanfaatkan fasilitas dunia maya.

Tentunya pengalamannya sebagai musisi yang pernah mengenyam dunia rekaman nasional saat masih bersama grup band Karpet dan bekal dunia panggung sebagai manajer grup band Boogie yang pernah menggelar tour luar negeri turut mendukung. 

“Kondisi pandemi justru meguntungkan saya, saya bisa presentasi, buat MoU, buat izin-izin, meeting dengan orang-orang di Jakarta cukup secara virtual, hasilnya perusahaan berdiri dan langsung dapat kontrak proyek besar bersama EO besar di Jakarta,” papar Arief.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved