Jendela Dunia

China Mulai Vaksinasi Covid-19 pada Awal 2021, Ini Provinsi dan Golongan Orang yang Dapat Prioritas

China Mulai Vaksinasi Covid-19 pada Awal 2021, Ini Provinsi dan Golongan Orang yang Dapat Prioritas

Editor: eko darmoko
Shutterstock
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 China 

SURYAMALANG.COM - China akan melakukan vaksinasi virus corona atau Covid-19 pada awal 2021 nanti.

Melansir Reuters, Selasa (8/12/2020), vaksinasi di China ini akan dilakukan di Provinsi Sichuan.

Dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.com, media lokal setempat melaporkan, vaksinasi tahap awal itu baru akan diberikan kepada kelompok rentan yang lebih mungkin mengembangkan gejala parah setelah infeksi.

Artinya orang tua dan orang-orang dengan kondisi yang mendasarinya akan menjadi prioritas.

Baca juga: Inilah Enam Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia : Ada dari China, Inggris Hingga Amerika

Ilustrasi proses pembuatan vaksin virus corona atau Covid-19
Ilustrasi proses pembuatan vaksin virus corona atau Covid-19 (Shutterstock)

Provinsi barat daya China tersebut juga dapat mulai menginokulasi masyarakat umum setelah Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari, kata Sichuan Daily, yang didukung oleh otoritas lokal Partai Komunis China.

China belum mengumumkan jadwal resmi untuk vaksinasi massal nasional atau menyetujui vaksin Covid-19 untuk penggunaan masyarakat umum.

Namun, China sebelumnya menyatakan program penggunaan darurat sudah diluncurkan pada Juli.

Program itu memberikan vaksin eksperimental yang masih dalam uji klinis kepada orang-orang tertentu dalam kelompok berisiko tinggi.

“Provinsi Sichuan dapat menyelesaikan vaksinasi lebih dari 2 juta orang dalam tahun 2020 melalui program penggunaan darurat ini,” mengutip Sichuan Daily dalam sebuah artikel di media sosial China, Weibo.

Orang-orang yang diprioritaskan oleh provinsi untuk penggunaan darurat terbagi dalam 12 kategori.

Kelompok itu antara lain pekerja medis, staf perbatasan di pelabuhan, polisi, karyawan di rantai industri makanan dingin, guru, dan orang yang bepergian ke luar negeri untuk belajar atau bekerja.

Sichuan Daily melaporkan bahwa vaksin yang akan diberikan di provinsi Sichuan sebagian besar adalah vaksin yang tidak aktif.

Pemberitaan itu tidak mengidentifikasi produk tertentu.

Vaksin yang tidak aktif, terbuat dari virus mati yang tidak dapat bereplikasi di dalam sel manusia.

Itu digunakan untuk memicu respons imun.

Tiga vaksin yang disetujui untuk penggunaan darurat, termasuk satu yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech dan dua dari anak perusahaan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), semuanya adalah vaksin yang tidak aktif.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved