Berita Surabaya Hari Ini

Karaoke Plus-plus Sediakan Purel untuk Layanan Hubungan Intim, Polda Jatim Temukan Celana Dalam

Karaoke Plus-plus Sediakan Purel untuk Layanan Hubungan Intim, Polda Jatim Sita Barang Bukti Celana Dalam

Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sugiharto
Anggota Polda Jatim menunjukkan tersangka mucikari di Mapolda Jatim Surabaya, Rabu (16/12/2020). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Cewek berinisial JR alias SM (41) ditangkap Polda Jatim karena diduga menjadi muncikari yang menyediakan jasa esek-esek.

JR atau SM diketahui 'berdinas' di sebuah cafe di Gedangan, Sidoarjo.

Wadirkrimum Polda Jatim, AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, JR ditangkap atas laporan masyarakat bahwa di cafe tersebut menawarkan jasa plus-plus.

“Anggota kami dari Ditreskrimum unit III Asusila, membawa surat perintah untuk melakukan pemeriksaan dan penggeledahan cafe tersebut," ujarnya, Rabu, (16/12/2020).

Saat dilakukan penggeledahan, pihaknya menemukan empat orang di dalam room karaoke, dua pemandu lagu atau purel dan dua tamu yang sedang melakukan layanan intim.

Ilustrasi Purel
Ilustrasi Purel (Tribunnews.com)

"Kami langsung mengamankan dan memeriksa pemandu lagu serta membawa sejumlah barang bukti dan saksi-saksi untuk dibawa ke Mapolda Jatim," ucapnya.

Dari pengungkapan kasus dugaan tersebut, lanjut Nasrun, pihaknya mengamankan barang bukti berupa celana dalam wanita dan pria dan sejumlah uang tunai dan bill room karaoke.

"Yang bersangkutan dijerat dengan pasal 296 KUHP dan 506 KUHP tentang perkara dugaan tindak pidana dengan sengaja mengadakan agar memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dan mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan," tandasnya.

Tujuh pemandu lagu

Dalam kasus tersebut, Ditreskrimum Polda Jatim juga berhasil mengamankan tujuh wanita pemandu lagu.

Selain itu juga diamankan seorang kasir dan seorang tamu untuk dimintai keterangannya menjadi saksi.

Wadirkrimum Polda Jatim, AKBP Nasrun Pasaribu menjelaskan bahwa tersangka menyiapkan, menyediakan pelayanan khusus untuk yang melaksanakan kegiatan hubungan badan atau hubungan intim layaknya suami istri.

ILUSTRASI pemandu lagu
ILUSTRASI pemandu lagu (SURYAMALANG.COM/Luhur Pambudi)

"Berdasarkan informasi dari masyarakat kita melakukan pengungkapan, untuk pasal yang diterapkan adalah 296 dan 506 KUHP dengan ancaman pidana lebih kurang 1 tahun lebih 5 bulan. Kemudian selanjutnya kita lakukan penahanan terhadap tersangka," ujarnya, Rabu, (16/12/2020).

Nasrun mengatakan Mami Semi melanggar pasal 296 dan 505 KUHP dan kini telah ditahan.

Sementara itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti.

Yakni celana dalam pria dan wanita, uang Rp 1,4 juta yang menjadi tip LC dan mucikari, hingga bill room karaoke di lokasi kejadian.

"Kemudian untuk tersangka telah kita lakukan penahanan dan untuk barang bukti sejumlah uang Rp1,4 juta. kemudian pembayaran Bill room kemudian celana dalam wanita dan pria," pungkasnya. (Syamsul Arifin)

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved