Terdengar Suara Aneh Saat Ular Piton Raksasa Ini Mau Dievakuasi, Perhatikan Mulai Detik Pertama

Terdengar Suara Aneh Saat Ular Piton Raksasa Ini Mau Dievakuasi, Perhatikan Mulai Detik Pertama Video Viral di Twitter

Editor: Adrianus Adhi
Twitter
Ular sanca yang dievakuasi dari rumah warga, terdengar suara aneh saat ular itu ditarik petugas. 

SURYAMALANG.com - Video evakuasi seekor ular menjadi viral di lini massa twitter baru-baru ini. Bukan saja karena ukuran ular yang besar, tetapi suara yang muncul saat evakuasi ular tersebut.

Pengamatan SURYAMALANG.com, video evakuasi itu menjadi viral setelah diunggah akun @JalalMisai_2, 
Pakcik 2 #RakyatJagaRakyat pada Decesmber 13.

Video itu berdurasi 40 detik, dan sudah diretweet sampai dengan 9,7 ribu akun.

Di dalam video terlihat ada 3 orang. Mereka ada di dalam kamar, di mana ada satu petugas evakuasi ular memegang ekor ular.

Sepintas terlihat biasa, tapi cobalah dengar suara lelaki bergumam saat ular ini akan ditarik dari luar jendela: "hemmm... hemmm..."

Lalu terdengar suara perempuan: rasanya sudah lama ular itu di sini. Tapi, tak apa...

Setelah itu terdengar lagi suara seperti laki-laki tadi bergumam hmm... hmm...

Setelah itu terjadi percakapan, sebelum ular itu ditarik dari jendela dengan sekuat tenaga oleh lelaki di sana.

Baca juga: Siswi SMA di Mojokerto Buang Jasad Bayi laki-laki Setelah Melahirkan di Ponten Umum, Baru Terungkap

Baca juga: Foto Syur Gadis Desa Bocor dan Tersebar di Magelang, 3 Tersangka Diciduk Polisi, Ini Kronologinya

Baca juga: Malang Zona Merah Covid-19, IGD di Kota Malang Penuh, Wali Kota Sutiaji Cari Solusi

Si lelaki yang menarik ular lalu mengucapkan Tarik Sis. Semongko

Adegan berikutnya, ular itu terjatuh dan terdengar suara teriakan wanita.

Yang jadi persoalan, suara yang mirip lelaki bergumam bikin merinding.

Bisa jadi, suara itu adalah suara lelaki yang menarik ekor ular.

Lihat dan dengar videonya di bawah ini:

Baca juga: Demi Temui Sang Pacar, Pria Ini Rela Tempuh 40 Kilometer Pakai Jetski, Kini Nasibnya Berakhir di Bui

Baca juga: Klarifikasi Bule Bali Setelah Video-nya Buang Motor ke Laut Viral, Banjir Hujatan dan Kecaman

Informasi yang SURYAMALANG.com himpun, peristiwa ini terjadi di Malaysia 13 Desember lalu.

Petugas yang mengevakuasi ular tersebut berasal dari Jabatan Pertahanan Awam Malaysia (JPAM)

Kejadian tersebut berlaku di Balakong, Selangor

Dilansir dari situs Oh Bulan, pemilik rumah mengatakan ular tersebut sudah lama ‘menginap’ di bagian atap rumah.

Berikut foto-foto ular tersebut setelah dievakuasi:

Ular Sanca saat ditemukan di rumah warga
Ular Sanca saat ditemukan di rumah warga ()

Baca juga: Fakta Bon Utang Nikita Mirzani di Warung Kelontong Terkuak, Benarkah Selama Ini Nyai Belum Bayar?

Baca juga: Demi Bayar Kuliah, Wanita Ini Rela Video Call Telanjang dan Turunkan Tarif Rp 200 Ribu, Ini Faktanya

2. 

Ular sanca yang sudah dievakuasi oleh petugas
Ular sanca yang sudah dievakuasi oleh petugas (Twitter/Tya Nadia)

Tentang Ular Sanca

Untuk diketahui, ular yang berukuran besar itu adalah ular Sanca atau yang biasa disebut Ular Piton.

Ular Sanca adalah sebutan umum untuk semua jenis ular pembelit yang diklasifikasikan sebagai familia Pythonidae.

Sanca tersebar luas di daerah beriklim panas dan tropis Afrika, Asia, dan Australia.

Salah satu spesies sanca, yaitu sanca kembang (Malayopython reticulatus) merupakan ular terpanjang di dunia.

Ular Sanca Kembang biasa ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia atau malaysia.

Baca juga: Chord Gitar Lagu Natal Merry Christmas Everybody - Noel Gallagher Lengkap dengan Liriknya

Dilansir dari Wikipedia, sebagian besar spesies sanca adalah predator penyergap, yang mana biasanya tidak bergerak dalam posisi menyamarkan diri (kamuflase), dan kemudian menyerang mangsa yang lewat secara tiba-tiba.

Sanca memiliki gigi yang tajam, melengkung ke belakang, empat baris di rahang atas, dua di bawah, untuk menangkap mangsa yang kemudian dibunuh dengan lilitan (constriction);

setelah seekor binatang ditangkap untuk ditahannya, sanca dengan cepat membalutkan sejumlah lilitan di sekelilingnya. Kematian terjadi terutama karena berhentinya detak jantung.

Spesimen yang lebih besar biasanya memakan hewan seukuran kucing rumah, tetapi diketahui menyukai mangsa yang lebih besar;

beberapa spesies sanca besar Asia diketahui mampu menjatuhkan rusa dewasa, dan sanca batu Afrika, diketahui mampu memakan kijang atau antelop.

Pada tahun 2017, diketahui sebuah kasus manusia dimangsa oleh sanca di Sulawesi, Indonesia

Semua mangsa ditelan secara utuh, dan mungkin butuh beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu untuk dicerna sepenuhnya.

(Adrianus Adhi/SURYAMALANG.com)

Lihat Video Terbaru Harian SURYA di sini:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved