Berita Malang Hari Ini
Siswa Magang SMKN 6 Malang Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan, Siswa Bayar Sendiri
Para siswa didaftarkan BPJS ketenagakerjaan dengan mengikuti dua program yaitu perlindungan Kecelakaan Kerja dan asuransi jiwa.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dyan Rekohadi
Penulis : Sylvianita Widyawati , Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Siswa kelas 11 SMKN 6 Kota Malang yang akan berangkat PKL (Praktik Kerja Lapangan) semester depan dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Secara simbolis penyerahan kartu dilakukan, Kamis (17/12/2020) di sekolah itu oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Imam Santoso bersama Sidik Priyono, Kepala SMKN 6.
Jumlah siswa PKL di SMKN 6 Kota Malang pada semester depan sebanyak 385 orang.
Ke 385 Siswa itu dari delapan program keahlian, di mana mereka akan PKL di 48 badan usaha.
"Untuk kegiatan PKL memang ada aturan seperti itu," jelas Sidik.
Para siswa didaftarkan BPJS ketenagakerjaan dengan mengikuti dua program yaitu perlindungan Kecelakaan Kerja dan Kematian.
"Di PKL juga mengandung risiko. Jangan khawatir jika ada musibah maka akan ditanggung BPJS sebagai penanggung biaya," Tambah Sidik.
Fatah Nasikh A, Waka Humas SMKN 6 menambahkan, pada PKL sebelumnya hanya tiga program keahlian yang ikut BPJS Ketenagakerjaan. Yaitu listrik, alat berat dan permesinan.
Namun untuk semester depan, semua program keahlian ikut daftar di BPJS.
"Untuk biaya, siswa masih membayar sendiri di bulan pertama. Namun jika nanti perusahaan tempat PKL membayar, maka ditanggung perusahaan. Jika tidak, ya siswa membayar mandiri," jawab Fatah.
Hal ini karena anggaran pemerintah belum bisa dipakai untuk membayar asuransi.
Ia berharap semoga nanti pemerintah pusat atau pemerintah daerah bisa menanggung asuransi siswa magang.
Sebab dalam UU Perlindungan Sosial yang berlaku saat ini, siswa PKL termasuk Bukan Penerima Upah (BPU). Namun disamakan aturannya dengan Penerima Upah (PU).
"Masalahnya nanti jika ada kecelakaan kerja, jika tidak ikut asuransi berstandar, maka hanya bisa saling bersedih. Orangtua sedih, sekolah sedih tidak bisa memberi bantuan banyak," jelas Fatah.