Breaking News:

Pilkada Malang 2020

Kasus Politik Uang Pilkada Malang 2020 Mulai Jalani Sidang Perdana, Mujiati Tak Hadir

Sidang perdana membahas dakwaan dan pembuktian.Ada 4 orang saksi dihadirkan dalam sidang yang berlangsung sejak pagi hari.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Erwin Wicaksono
Kuasa Hukum Sumiatim, Wiwied Tuhu. Kasus politik uang Pilkada kabupaten Malang mulai disidangkan, Selasa (22/12/2020) 

Penulis : M Erwin Wicaksono , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kasus money politics yang mewarnai Pilkada Malang 2020 mulai disidangkan.

Terdakwa praktik politik uang, Sumiatim (45) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Malang pada Selasa (22/12/2020).

Sidang perdana membahas dakwaan dan pembuktian.

Ada 4 orang saksi dihadirkan dalam sidang yang berlangsung sejak pagi hari.

Para saksi dihadirkan guna memberi keterangan atas keterlibatan Sumiatim pada kasus ini.

Kuasa Hukum Sumiatim, Wiwied Tuhu menyatakan, kesaksian para saksi tidak ada yang mengetahui secara langsung tindakan bagi-bagi uang oleh Sumiatim.

"Tidak ada bukti valid maupun saksi yang secara langsung mengetahui sebagaimana dituduhkan, yakni melakukan praktik money politik," beber Tuhu usai sidang.

Tuhu mengkiaskan jika Sumiatim hanya menjalankan perintah dan tidak mengetahui apa-apa.

"Ibu Sumiatim hanya pernah kenal dengan Mujiati lalu lama tidak pernah ketemu. Kemudian tiba-tiba datang dan menawarkan untuk membagikan amplop tersebut. Dia apakah relawan Paslon nomor urut 2, Ibu Sumiatim juga tidak tahu," ungkap Tuhu.

Pada sidang kali ini, Mujiati tampak tidak hadir. Tuhu juga tidak mengetahui alasan ketidakhadiran Mujiati.

"Saya tidak tahu prosesnya bagaimana. Namun, Mujiati tidak terlihat hadir," tukas Wiwied.

Di sisi lain, anggota Tim Hukum Paslon Sanusi-Didik alias Sandi, Ach Hussairi menyatakan Sumiatim secara valid telah melakukan praktik politik uang.

"Terbukti ada 5 amplop di rumah Sumiatim. Ia juga mengakui sudah membagikan 95 dari 100 amplop yang disuruh membagikan," jelas Hussairi. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved