Breaking News:

Pilkada Malang 2020

Golkar Kabupaten Malang Nyatakan Tak Membelot dari Koalisi SanDi

Sikap politik DPD II Partai Golkar Kabupaten Malang seusai Pilkada tidak berubah.

erwin wicaksono/suryamalang.com
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Malang, Siadi, ketika ditemui di Kantor Golkar Pakisaji pada Rabu (23/12/2020). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Sikap politik DPD II Partai Golkar Kabupaten Malang seusai Pilkada tidak berubah.

Partai berlambang pohon beringin itu tetap mendukung penuh pemerintahan yang akan dipimpin oleh Muhammad Sanusi dan Didik Gatot Subroto.

"Sebagaimana sikap DPP kita koalisi saat Pilkada. Setelah itu kita tidak memposisikan sebagai oposisi. Tapi kerjasama di parlemen," ujar Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Malang, Siadi ketika ditemui di Kantor Golkar Pakisaji pada Rabu (23/12/2020).

Bersama 5 partai, Golkar menjadi bagian koalisi gemuk yang mengusung pasangan calon Sanusi-Didik (Sandi) pada pesta demokrasi kali ini.

Partai peraih 8 kursi ini memutuskan gabung ke koalisi Sandi karena tak memenuhi syarat jumlah kursi untuk mengusung calon.

"Situasi kondusif dibutuhkan untuk membangun Kabupaten Malang. Pasti kami akan mendukung program dari Sandi sepanjang itu baik untuk masyarakat," kata pria yang mendapat sempat mendapat rekom DPP Golkar tapi tidak jadi itu.

Apabila kedepan Pemkab Malang membuat kebijakan tak pro rakyat, Siadi menegaskan pihaknya tidak tinggal diam.

"Jika tidak sesuai, maka kita akan mengkritisi," jelasnya.

Siadi memiliki banyak saran untuk kemajuan Kabupaten Malang.

Menurutnya, Pemkab seharusnya berfokus terlebih dahulu pada pengentasan kemiskinan.

"Kemiskinan di Kabupaten Malang masih tinggi. Untuk itu yang perlu dilakukan yakni menguranginya. Bisa melalui sektor pariwisata," pesannya.

Pria ramah ini menyakini, kemiskinan akan berkuranh jika APBD juga disertakan untuk mendanai program pemberantasan kemiskinan.

"Jika bisa dikembangkan pasti akan mengurangi kemiskinan di pedesaan. APBD harus hadir dan melengkapi itu," tutur Siadi.

Selain kemiskinan, Siadi menyatakan sektor kesehatan harus dibenahi.

"Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus diperhatikan. Jangan sampai masyarakat mengalami kesulitan pelayanan kesehatan," tutupnya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved