Jumat, 17 April 2026

Berita Malang Hari Ini

2 Profesor Baru UB, Pidato Ilmiah Angkat Organisasi Sarang Laba-Laba dan Bambu untuk Cegah Longsor

2 Gubes Baru UB itu ialah Prof Dr Drs Kusdi DEA dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) dan Prof Dr Ir As’ad Munawir MT dari Fakultas Teknik (FT).

SURYAMALANG.COM/Humas UB
Dua profesor baru Universitas Brawijaya (Ub) yang dikukuhkan Selasa (29/12/2020), yaitu Prof Dr Drs Kusdi DEA dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) dan Prof Dr Ir As’ad Munawir MT dari Fakultas Teknik (FT) 

"Contohnya saja mahasiswa di Filkom UB harus disiapkan SDM-nya sebagai operator-operator perusahaan yang ingin mengimplementasikan industri 4.0," kata dia.

Maka mereka kelak bukan sebagai karyawan namun sebagai mitra penyedia jasa.

Misalkan Tokopedia tidak berjalan sendiri. Namun dalam pengembangan usahannya, pasti membutuhkan software-software dari perusahaan mitra.

Dikatakan, perubahan lingkungan secara radikal menuntut perusahaan untuk menjadi lebih ramping (lean) dan juga harus lincah (agile).

Karena itu, rancangan struktur yang memenuhi kelincahan tersebut adalah struktur yang cenderung mendatar (level / jenjang sedikit).

Peran karyawan sebagai pekerja bergeser menjadi operator dengan jumlah semakin sedikit.

Penggunaan mitra semakin luas, dan integrasi vertikal di internal perusahaan dan horizontal intra dan antar perusahaan.

Terpisah, Prof As’ad Munawir mengangkat pidato ilmiah tentang " Mitigasi Bencana Longsor Menggunakan Bahan Bambu Untuk Tiang Komposit Sebagai Solusi Inovatif Perkuatan Lereng".

"Penggunaan bambu ini sebagai kearifan lokal," jelas As'ad.

Dikatakan, longsor disebabkan karena karena dua faktor yaitu alam dan manusia.

"Urbanisasi membuat manusia mencari celah hunian tertentu. Seperti ke daerah-daerah kritis, seperti lereng. Padahal lereng sudah rawan longsor," jelasnya.

Maka salah satu solusi untuk lereng agar tidak longsor adalah melakukan improvisasi tiang-tiang sedemikian rupa dengan komposisi bambu agar aman.

Untuk menanggulangi permasalahan yang timbul pada lereng, berbagai metode mitigasi dapat diterapkan untuk mencegah dan menghindari bencana tanah longsor.

Secara umum, metode yang dapat dipilih adalah penggunaan metode cut and fill, removal and recompaction tanah lereng, pemasangan walls/retained structure, atau penggunaan bahan perkuatan geosintetik.

Pemilihan metode yang digunakan juga tergantung pada permasalahan yang dihadapi, faktor-faktor penyebab kelongsoran, serta kondisi dan ketersediaan material.

Salah satu metode alternatif yang inovatif dalam memperkuat lereng telah dikembangkan akhir-akhir ini yaitu memancangkan tiang komposit dengan tulangan bambu pada puncak lereng atau pada lerengnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved