Berita Malang Hari Ini

Jalan Menuju Pantai Malang Selatan Rusak Akibat Pembangunan JLS, Perbaikan Masih Lama

Sosok nomor 1 di Pemkab Malang, Bupati Sanusi memilih menginstruksikan perbaikan jalan usai diresmikannya proyek JLS tahap II.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Erwin Wicaksono
Jalan menuju area pantai Malang Selatan rusak. Kerusakan jalan terlihat sejak memasuki Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Sepanjang jalan banyak ditemui lubang, membahayakan pengendara yang melewati jalur tersebut. 

Penulis : M erwin Wicaksono , Editor : Dyan rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Jalan menuju area pantai Malang Selatan rusak. Kerusakan jalan terlihat sejak memasuki Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Sepanjang jalan banyak ditemui lubang. Alhasil membahayakan pengendara yang melewati jalur tersebut.

Kondisi jalan rusak yang melalui rute berkelok semakin menambah potensi kecelakaan akibat rusaknya kontur jalan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Malang, Muhammad Sanusi mengkiaskan kondisi jalanan rusak itu merupakan hal yang wajar.

Pasalnya banyak truk konstruksi melalui rute tersebut guna pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) tahap II.

"Karena (jalan) digunakan oleh alat berat pasti rusak," ujar Sanusi usai meninjau pembangunan JLS pada Selasa (5/1/2021).

Sanusi menambahkan, kegiatan perbaikan akan mendapati hasil sia-sia apabila kendaraan berat masih melewati jalur Desa Srigonco - Pantai Balekambang.

"Pasti rusak lagi," ungkapnya

Masyarakat maupun wisatawan yang hendak menuju pantai di Malang Selatan tampaknya harus bersabar melalui jalan rusak.

Pasalnya sosok nomor 1 di Pemkab Malang ini memilih menginstruksikan perbaikan jalan usai diresmikannya proyek JLS tahap II.

Sedangkan waktu penyelesaian proyek JLS masih ditargetkan pada akhir tahun 2021.

"Perbaikannya nunggu pengerjaan ini (JLS) selesai," beber Sanusi.

Sementara itu, Sanusi menambahkan, status jalan JLS tersebut merupakan jalan nasional.

Dia mengatakan pembangunan JLS merupakan urusan pemerintah pusat.

"Ini tanggungan pusat semua. Pemkab Malang waktu itu hanya berperan pada proses pembebasan lahannya saja," terang pengusaha tebu asal Gondanglegi ini.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved