Breaking News:

Berita Jember Hari Ini

Mahasiswa dan Pengawas TPS Diduga Terlibat Pemlalsuan Hasil Rapid Test di Pilbup Jember

Imam Baihaki (24) diduga terlibat dalam pemalsuan hasil rapid test saat Pilbup Jember pada 9 Desember 2020.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Syamsul Arif
Barang bukti pemalsuan hasil rapid test yang disita Polda Jatim. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Imam Baihaki (24) diduga terlibat dalam pemalsuan hasil rapid test saat Pilbup Jember pada 9 Desember 2020.

Pria yang masih berstatus mahasiswa ini turut menjadi pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pilbup Jember 2020.

Saat menjadi pengawas (TPS), Imam juga wajib menunjukkan hasil rapid tes.

Ternyata saat itu ada 27 orang yang terindikasi reaktif. 

"Kemudian tersangka membuat 24  lembar pernyataan non reaktif yang mengatasnamakan Klinik Nurus Syifa."

"Tersangka mematok tarif Rp 400.000 per lembar," kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kabid Humas Polda Jatim kepada SURYAMALANG.COM, Senin (11/1/2021). 

Pasca Pilbup Jember, tersangka menawarkan jasa manipulasi hasil rapid test melalui Facebook. 

"Tersangka menawarkan hasil rapid tes tersebut kepada warga yang butuh bepergian."

"Tersangka membuat harga Rp 200.000 per lembar," lanjut Gatot. 

Gatot menyebutkan 20 orang telah menjadi korban dari aksi manipulasi yang dilakukan tersangka asal Kecamatan Jombang ini. 

"Tersangka mendapat keuntungan sampai Rp 1,5 juta," ujarnya.

Sejak unggahan pertama di Facebook pada 25 Desember 2020 lalu, tersangka sudah mengeluarkan hasil rapid test palsu sebanyak 44 lembar.

Polisi menangkap tersangka pada 9 Januari 2021.

Polisi menyita satu laptop dan handphone.(Syamsul Arifin)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved