Syekh Ali Jaber Punya Cita-cita yang Belum Terwujud Hingga Akhir Hayatnya, Diungkap Adik Kandung

Syekh Ali Jaber Punya Cita-cita yang Belum Terwujud Hingga Akhir Hayatnya, Diungkap Adik Kandung

Editor: eko darmoko
Tribunnews
Syekh Ali Jaber 

SURYAMALANG.COM - Syekh Ali Jaber meninggal dunia di usia 44 tahun pada Kamis (14/1/2021).

Syekh Ali Jaber mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Timur.

Hingga wafatnya, ternyata Syekh Ali Jaber memiliki cita-cita dan keinginan yang belum terwujud.

Di antara cita-cita Syekh Ali Jaber yang belum tercapai adalah mencetak sejuta anak-anak Indonesia hafal Al-quran.

Baca juga: Syekh Ali Jaber Meninggal, Ini Perjalanan Hidupnya, Ketemu Jodoh di Lombok dan Jadi Korban Penusukan

Baca juga: Awal Mula Syekh Ali Jaber Jadi Ulama di Indonesia, Lahir di Madinah Lalu Pindah ke Lombok Tahun 2008

"Cita cita beliau melahirkan satu juta anak hafal Al Quran," kata adik kandung Ali Jaber, Muhammad Jabeer, di Rumah Sakit Yarsi, Kamis siang (14/1/2021).

Muhammad Jabeer memastikan bahwa ia akan terus mewujudkan cita-cita itu.

Ia akan bekerja sama dengan sejumlah ulama lain untuk menyelesaikan cita-cita mulia kakaknya itu.

"Kita lanjutkan bersama Ustad Yusuf Mansyur. Amin," kata dia.

Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber (YouTube Syekh Ali Jaber)

Perjalanan Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, 3 Februari 1976.

Pada usia 10 tahun, Syekh Ali Jaber sudah mampu menghafal 30 juz Al Quran.

Bahkan pada umur 13 tahun, Syekh Ali mendapat amanah untuk menjadi imam di salah satu Masjid Kota Madinah.

Sebelum berdakwah di Indonesia, Syekh Ali Jaber menjalani pendidikan ibtidaiyah (dasar) hingga aliyah (menengah atas) di Madinah.

Selepas dari pendidikan menengah atas, Syekh Ali Jaber melanjutkan pelajarannya dengan berguru kepada sejumlah ulama ternama di Arab Saudi.

Ia mempelajari dan mendalami ilmu tafsir kepada para ulama tersebut.

Dilansir dari Tribunnews.com, Syekh Ali Jaber mulai berdakwah di Indonesia pada 2008 dan resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI) pada 2012.

Saat itu, penghargaan kewarganegaraan Indonesia dia dapat dari Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Rumah Sakit Yarsi memastikan Syekh Ali Jaber meninggal dunia dalam keadaan negatif Covid-19.

Direktur Medis RS Yarsi Anggi Erlina mengatakan, Syekh Ali Jaber memang masuk rumah sakit itu 19 hari lalu dengan status terkonfirmasi positif Covid-19.

RS Yarsi belakangan sudah melakukan swab test ulang dan hasilnya negatif Covid-19.

"Jadi kemarin kami sudah melakukan PCR test dan hasilnya adalah negatif," kata Anggi dalam jumpa pers di RS Yarsi, Kamis (14/1/2021).

Anggi mengatakan, kondisi Syekh Ali Jaber sempat membaik selama menjalani perawatan.

Namun kondisinya memburuk sejak semalam.

Syekh Ali menghembuskan nafas terakhir di RS Yarsi pada pagi ini pukul 08.30 WIB.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cita-cita Syekh Ali Jaber yang Belum Terwujud, Cetak Sejuta Anak Hafal Al Quran

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved