Selasa, 19 Mei 2026

NasDem Jatim Usulkan Pilkada 2022 dan 2023 Tetap Dilaksanakan, Jangan Digabung Pemilu 2024

Sejumlah daerah di Jatim memang seharusnya melaksanakan Pilkada di 2022 dan 2023. Seperti Kota Batu

Tayang:
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Bobby Koloway
Wakil Ketua Bidang Media & Komunikasi Publik DPW NasDem Jatim Vinsensius Awey. 

Penulis : Bobby Koloway , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Partai NasDem Jawa Timur menilai pelaksanaan pemilu yang bersamaan dengan Pilkada di 2024 kurang efektif.

Seharusnya, Pilkada serentak di 2022 dan di 2023 tetap dilaksanakan.

DPP melalui Fraksi NasDem, telah mengusulkan dalam revisi UU pemilu yang saat ini sedang dibahas.

"Isi usulannya, agar Pilkada serentak tak dijalankan bersamaan dengan pemilu nasional," kata Wakil Ketua Bidang Media & Komunikasi Publik DPW NasDem Jatim Vinsensius Awey kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (15/1/2021).

"Artinya, Pilkada 2022 dan 2023 tetap dilaksanakan. Seperti halnya biasanya," kata Awey yang juga mantan Anggota DPRD Surabaya ini.

Ada sejumlah alasan yang menjadi pertimbangan NasDem. Di antaranya, evaluasi di Pemilu 2019.

Saat itu, pemilu nasional dijalankan serentak dengan menggabungkan pemilihan presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Hal ini ternyata menambah beban kerja penyelenggara.

Akibatnya, total ada 894 petugas yang meninggal dunia se-Indonesia. Serta, 5.175 petugas mengalami sakit.

"Pemilu nasional yang digabungkan saja sudah mengorbankan sekian banyak jiwa. Masa kita harus jatuhkan korban lagi dengan menggabungkan dengan Pilkada?," kata Awey.

Juga kualitas pemilu yang dikhawatirkan akan menurun. "Termasuk koordinasi dengan aparat keamanan yang dibutuhkan juga cukup besar," katanya.

Pun juga dengan peserta pemilu, baik oleh para partai maupun calon legislatif di daerah. Di antaranya pengelolaan isu kampanye.

"Kalau bersamaan, fokus masyarakat terpisah. Dengan waktu yang terbatas, bisa-bisa mereka hanya fokus di isu nasional, pemilihan presiden saja," katanya.

"Sedangkan untuk pemilu daerah, mereka tak punya waktu untuk memilah atau menyeleksi calon. Akhirnya, kandidat yang mereka pilih, bisa saja mengurangi kualitas penyelenggaraan," katanya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved