Jendela Dunia
Kekuatan Cinta Bikin Cowok Tempuh Jarak 2 Ribu Kilometer untuk Temui Kekasih Online, Malah Dipenjara
Kekuatan Cinta Bikin Cowok Tempuh Jarak 2 Ribu Kilometer untuk Temui Kekasih Online, Malah Dipenjara
SURYAMALANG.COM - Kekuatan cinta membuat laki-laki usia 21 tahun rela menembuh perjalanan sejauh 2 ribu kilometer demi menemui gadis pujaan hatinya.
Namun, pengorbanan ini membuat laki-laki itu harus rela mendekam di dalam sel penjara.
Dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.com (18/1/2021), laki-laki itu adalah disebut sebagai Salman, berasal dari Bengaluru, India.
Salman menempuh perjalanan 2 ribu kilimeter untuk menemui gadis yang yang ia kenal secara online.
Salman harus diciduk polisi dan mendekam di tahanan, setelah si gadis menolak mengakuinya.
Salman dilaporkan mengambil penerbangan dari Bengaluru (Bangalore) ke Lucknow, kemudian naik bus menuju Lakhimpur Kheri.
Dilaporkan India.com Rabu pekan lalu (13/1/2021), Salman ingin mengejutkan si gadis di hari ulang tahunnya.
Demi membuktikan kesungguhannya, Salman membelikan cokelat, boneka beruang, dan sejumlah hadiah ulang tahun.
Namun bukannya bertemu si gadis, Salman dilaporkan pihak keluarga dan harus mendekam semalam di kantor polisi.
Laki-laki yang bekerja sebagai mekanik di Bengaluru itu dilaporkan ditahan pada Minggu malam waktu setempat (10/1/2021).
Pejabat Pos Polisi Kotwali, Sunil Kumar Singh, mengatakan keluarga si perempuan tidak bersedia mengisi laporan pidana.
Meski begitu keesokan harinya (11/1/2021), Salman sempat disidang di pengadilan sub-divisi, namun dilepaskan setelah membayar jaminan.
Singh berkata, pihak keluarga si perempuan meminta aparat memeringatkan Salman agar tidak mengulangi perbuatannya.
Kepada polisi, Salman mengungkapkan dia menjalin pertemanan dengan wanita itu di dunia mayat, dan bermaksud merayakan ulang tahunnya.
"Namun, keluarga si gadis malah menaruh curiga, dan memutuskan menelepon polisi," ujar Singh, yang menambahkan Salman sudah dibelikan tiket balik pada 11 Januari.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Cewek Nekat Terobos Status Lockdown Virus Corona Agar Bisa Kencan dengan Kekasihnya
Nekat melanggar status lockdown virus corona agar bisa kencan dengan pujaan hatinya, seorang cewek di Spanyol ditangkap pihak keamanan setempat.
Cewek nekat ini dianggap melanggar aturan tentang lockdown, di mana warga dilarang berkeliaran demi mencegah peredaran virus corona atau Covid-19.
Harian lokal El Periodico de Catalunya mengabarkan, perempuan itu dihentikan patroli polisi di jalanan kota Tortosa pada Sabtu malam (21/3/2020).
Dikutip Newsweek Minggu (22/3/2020), polisi mengetahui bahwa cewek itu baru saja berkencan dari rumah pria yang ditemuinya di aplikasi kencan.
Kepolisian Los Mossos membenarkan adanya penangkapan gadis yang tidak disebutkan identitasnya itu melalui kicauan di Twitter, Minggu.
Dalam keterangan aparat, perempuan itu ditangkap karena melanggar perintah lockdown, melawan, serta bertindak yang melawan penegak hukum.
Pada 14 Maret, pemerintah Spanyol mengumumkan adanya karantina massal demi mencegah virus corona, di mana otoritas mengimbau warga tetap berada di rumah.
Sebab, saat ini Negeri "Matador" kewalahan menghadapi wabah, dengan status mereka adalah negara dengan tingkat infeksi tertinggi kedua di Eropa.
Madrid melaporkan adanya 33.089 kasus penularan Covid-19, penyakit yang diakibatkan oleh virus itu, dengan 2.182 di antaranya meninggal.
Lockdown itu seharusnya berlaku selama 15 hari.
Tetapi pada Minggu, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang hingga 11 April.
Bahkan sebagaimana diwartakan Reuters, ada sejumlah pemerintah region yang meminta agar pusat mengambil sikap lebih tegas demi menangkal wabah.
Keputusan memperpanjang jelas butuh restu parlemen.
Namun saat ini, putusan itu diprediksi mulus setelah oposisi juga ikut mendukung.
Dalam konferensi pers Sabtu, Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan bahwa Spanyol belum akan mengalami momen terburuk.
Meski begitu, dia berjanji bakal melindungi warganya dari patogen yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, pada akhir Desember 2019.
Sanchez, yang istrinya juga terinfeksi Covid-19, memuji warga Negeri "Matador" yang memutuskan untuk mengikuti imbauan pemerintah.
"Kami berharap dengan penanganan yang drastis, dramatis, dan keras, maka kami akan bisa menangkal penyebaran wabah ini," kata dia.
Total hingga saat ini, virus corona telah menjangkiti lebih dari 351.000 orang di seluruh dunia, di mana 15.333 mengembuskan napas terakhir. (Kompas.com)