Nasional

Pantai Batu Belig di Pulau Bali Dikejutkan dengan Kemunculan Bangkai Ikan Paus Sepanjang 13,8 Meter

Suasana Pantai Batu Belig, Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali, dikejutkan oleh kemunculan bangkai ikan paus, Kamis (21/1/2021) pagi.

Editor: eko darmoko
IST
Bangkai paus jenis bryde whale terdampar di Pantai Batu Belig, Kerobokan, kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali, pada Kamis (21/1/2021) pagi. 

Temuan mereka mengungkapkan, bahwa sementara pejantan tumbuh lebih cepat, laju pertumbuhan mereka akhirnya stabil, memberikan panjang rata-rata dewasa sekitar 8 hingga 9 meter (26 hingga 30 kaki).

Sebagai perbandingan, hiu paus betina tumbuh lebih lambat tetapi terus tumbuh lebih lama, sehingga rata-rata panjang dewasa sekitar 14 meter (46 kaki).

Studi tersebut bahkan menemukan, ada yang memiliki panjang 18 meter (60 kaki).

"Itu benar-benar besar, seukuran bus sambung di jalan kota," kata Meekan dalam sebuah pernyataan.

"Meskipun mereka besar, mereka tumbuh sangat, sangat lambat. Hanya sekitar 20cm atau 30cm (8-12 inci) setahun."

Tim peneliti memantau pertumbuhan 54 hiu paus dari tahun ke tahun, yang memungkinkan titik unik pada hiu paus, sebagai sidik jari efektif yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi individu.

Mereka merekam lebih dari 1.000 panjang hiu paus menggunakan kamera video stereo yang dipasang pada bingkai bawah air yang dioperasikan oleh ilmuwan kelautan AIMS, Dr Brett Taylor.

"Pada dasarnya ini adalah dua kamera yang dipasang pada bingkai yang didorong saat berada di bawah air," katanya.

"Ini bekerja dengan cara yang sama seperti mata kita, jadi kita dapat mengkalibrasi dua rekaman video dan mendapatkan pengukuran hiu yang sangat akurat."

Menurut Meekan, penelitian ini adalah yang pertama membuktikan, bahwa hiu paus jantan dan betina tumbuh secara berbeda dan menawarkan penjelasan mengapa tumbuh makhluk hidup yang sangat besar adalah anugerah.

"Hanya satu hiu paus hamil yang pernah ditemukan, dan dia memiliki 300 anak di dalam dirinya," katanya.

"Itu jumlah yang luar biasa, kebanyakan hiu hanya memiliki antara dua dan selusin. Jadi, hiu paus betina raksasa ini mungkin menjadi besar, karena kebutuhan tubuhnya untuk membawa banyak anak."

Meski merupakan prestasi yang mengesankan, penemuan ini menjadi perhatian para konservasionis, karena ikan yang terancam punah ini berisiko lebih besar mengalami bahaya sebelum dapat bereproduksi.

Pasalnya, mereka membutuhkan waktu sekitar 30 tahun untuk mencapai kematangan. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved