Jendela Dunia

PHK Akibat Pandemi Virus Corona, Pilot Banting Setir Jadi Kuli Bangunan, Curhatnya Viral di Medsos

Hancur Akibat Pandemi Virus Corona, Pilot Banting Setir Jadi Kuli Bangunan, Curhatnya Viral di Medsos

Editor: eko darmoko
Airways Magazine
Pesawat maskapai penerbangan asal Slovakia, Go2Sky. 

SURYAMALANG.COM - Pandemi virus corona atau Covid-19 memicu gelombang PHK di banyak sektor usaha, termasuk maskapai penerbangan.

Di antara yang terdampak adalah seorang pilot maskapai penerbangan komersial. Ia kehilangan pekerjaannya di tengah pandemi virus corona.

Pilot ini bernama Patrick Pawelczak. Ia rela banting setir menjadi kuli bangunan dan tenaga pengantar demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.com, Patrick Pawelczak adalah mantan pilot asal Sant Andreu de Llavaneres, Barcelona, Spanyol.

Virus Nipah Potensi Jadi Ancaman Pandemi Berikutnya, Disebut Lebih Berbahaya Ketimbang Virus Corona

Swab Anus Atau Swab Anal Jadi Metode Baru di China untuk Deteksi Penduduk yang Terpapar Virus Corona

Patrick Pawelczak pilot yang banting setir jadi kuli bangunan.
Patrick Pawelczak pilot yang banting setir jadi kuli bangunan. (Facebook Patrick Pawelczak)

Ia menceritakan kisahnya yang beralih profesi tersebut melalui LinkedIn.

Unggahan tersebut kini menjadi viral dan telah dilihat hingga 15 juta kali dalam hitungan hari.

Dilansir dari Mirror, Rabu (20/1/2021), Pawelczak mengatakan dia terinspirasi untuk berbagi pengalamannya setelah sesama pilot melakukan hal yang sama untuk bertahan hidup.

Unggahan tersebut menjelaskan bagaimana tahun lalu dia mulai mengeluhkan jam terbangnya di maskapai penerbangan asal Slovakia, Go2Sky, yang menurun drastis.

Setelah virus corona benar-benar memukul bisnis penerbangan, dia menjadi salah satu pilot dan karyawan maskapai Go2Sky korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dia akhirnya memutar otak dan mencari jalan keluar untuk terus menafkahi keluarganya, termasuk seorang putrinya.

"Saya ingin berbagi pengalaman saya sendiri dalam bekerja di bidang konstruksi dan pengiriman untuk menunjukkan bahwa kita harus melanjutkan hidup sementara kami tidak dapat terbang," kata Pawelczak kepada AeroTime.

Setelah menyelesaikan tugas di Turki yang melibatkan enam penerbangan, dia akhirnya kembali ke Barcelona, Spanyol, karena industri sedang terhenti.

Dia mengatakan kepada AeroTime, meski masa depan tidak pasti, dia sangat lega berada di rumah dan dapat bertemu dengan putrinya secara langsung.

"Mungkin ini memang dimaksudkan dan saya ditakdirkan untuk berada di sini bersama keluarga saya selama ini, mendukung istri saya dan berada di sana saat putri saya tumbuh,” imbuh Pawelczak.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved