Berita Batu Hari Ini

Biaya Perawatan Pasien Covid-19 di Kota Batu Bisa Tembus Rp 100 Juta

Jumlah warga Kota Batu yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah dari hari ke hari.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Direktur Rumah Sakit (RS) Karsa Husada, dr Tries Anggraini. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Jumlah warga Kota Batu yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah dari hari ke hari. Mereka dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Direktur Rumah Sakit (RS) Karsa Husada, dr Tries Anggraini mengemukakan, pasien yang datang ke rumah sakit kebanyakan dalam kondisi sedang dan berat.

Akibatnya, penanganan medis lebih berat dan potensi kematian lebih besar. Kata Tries, tidak sedikit masyarakat yang mau menyadari dan segera memeriksakan diri saat bergejala awal.

Mereka baru mau datang ke RS saat kondisinya sedang maupun berat. Dalam sehari, ada dua hingga lima orang yang masuk terkonfirmasi positif Covid-19.

Dalam kondisi seperti itu, pengobatan yang diberikan pun beragam. Bahkan ada yang harus disuntik dengan obat berharga mahal, yakni Rp 6 juta sekali suntik.

Sementara satu orang bisa mendapatkan 10 suntikan sehingga jika ditotal biayanya mencapai Rp 60 juta.

Hal tersebutlah yang dikatakan Tries menjadi penyebab bahwa biaya pengobatan pasien Covid-19 sangat mahal. Belum lagi biaya lainnya, selain obat yang disuntikan.

“Jadi begini, penanganan pasien Covid-19 sangat mahal. Pertama, pakaian hazmat harganya mulai Rp 600.000 hingga Rp 700 untuk sekali pakai."

"Nah belum lagi pasien yang harus dirawat, ada yang sekali suntik Rp 6 juta kalau pasien dalam kondisi sakit berat."

"Biaya ventilator juga ada sendiri, ventilator ini dipakai setiap hari, bisa sampai seminggu. Jadi, biayanya lebih dari Rp 100 juta,” papar Tries.

Biaya pengobatan tersebut dibayarkan oleh Pemerintah Pusat. Masing-masing RS atau fasilitas kesehatan mengklaim melalui laporan. Menurut Tries, RS tidak serta merta memvonis orang positif atau negatif Covid-19.

Ia pun mengajak agar masyarakat tidak malu jika terkonfirmasi positif Covid-19. Masyarakat harus memiliki keberanian memeriksakan diri agar gejala awal terdeteksi dan penanganan dini diberikan.

Tries menyayangkan adanya pemikiran bahwa RS hanya mencari keuntungan dengan cara memvonis seseorang positif Covid-19.

“Klaim kami belum dibayar karena belum ada uang. Meskipun begitu, kami tetap memberikan pelayanan. Jadi kalau ada yang menuduh tidak-tidak, kami sakit hati,” keluhnya.

Ia juga menyarankan agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Batu bisa memberikan edukasi yang masif kepada masyarakat tentang Covid-19.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved