Nasional
Solid di Era SBY Tapi Keropos di Era AHY, Mengintip Perjalanan Partai Demokrat yang Digoyang Kudeta
Solid di Era SBY Tapi Keropos di Era AHY, Mengintip Perjalanan Partai Demokrat yang Digoyang Kudeta
Aklamasi yang sejati, lanjut Qodari, terjadi ketika ada satu tokoh yang dianggap sangat kuat, sangat legitimate, sangat tepat untuk menjadi ketua umum, dan diterima oleh semuanya.
"Artinya, aklamasi partai Demokrat pada tahun lalu itu, Maret 2020 itu, sebetulnya bukan aklamasi yang sejati," ucap Qodari.
"Jadi kalau belum setahun sudah ada gerakan politik, itu menandakan bahwa kekuasaan di Demokrat saat ini tidak bulat," tutur Qodari.
Solid di era
SBY Kondisi Demokrat saat ini berbeda dengan era kepemimpinan SBY.
Isu KLB pernah sekali muncul saat SBY menjabat posisi ketua umum pada 2019.
Namun saat itu tak ada satu pun kader aktif di internal yang terlibat.
Isu KLB hanya diembuskan oleh mantan pengurus yang sudah lama tak aktif dan tak mendapat sambutan positif dari kader internal yang aktif.
Padahal di awal saat SBY menjabat ketua umum ia tengah berkonflik dengan eks Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dan para loyalisnya.
Saat itu, konflik antara SBY dan Anas bermula sejak Anas terpilih sebagai Ketua Umum Demokrat melalui Kongres Bandung pada 2010.
Ketika itu SBY menjagokan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng sebagai kandidat ketua umum.
Ketegangan antara SBY dan Anas makin menjadi-jadi kala mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin menyebutkan keterlibatan Anas di proyek pembangunan Wisma Atlet di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, yang di dalamnya terdapat praktik korupsi.
Namun Anas bersikukuh membantah tudingan Nazaruddin.
Di sisi lain Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memastikan keterlibatan Anas dalam kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet Hambalang.
SBY pun merasa Partai Demokrat tersandera dengan skandal pembangunan Wisma Atlet Hambalang yang melibatkan Anas.