Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Daftar Benda Terlarang yang Berhasil Diselundupkan ke Lapas Lowokwaru, Ada Kabel dan Gas Portable

Satops Patnal Korwil Malang menemukan sejumlah benda terlarang dalam razia dan penggeledahan di Lapas Kelas I Malang, Kamis (11/2/2021) malam.

SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
Satops Patnal Korwil Malang menemukan sejumlah benda terlarang dalam razia dan penggeledahan di Lapas Kelas I Malang, Kamis (11/2/2021) malam. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal) Korwil Malang menemukan sejumlah benda terlarang dalam razia dan penggeledahan di Lapas Kelas I Malang, Kamis (11/2/2021) malam.

"Perinciannya, 11 ponsel, 12 senjata tajam, delapan sendok, dua gunting, 26 korek api, lima kabel dan stop kontak, enam gas portable, satu music box, empat charger, dan satu obeng," kata Krismono, Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur kepada SURYAMALANG.COM.

Penggeledahan dan razia tersebut menyasar setiap blok hunian warga binaan Lapas Kelas I Malang atau Lapas Lowokwaru.

Selain razia dan penggeledahan, pihaknya juga melakukan tes urin kepada pegawai dan warga binaan Lapas Kelas I Malang.

"50 orang menjalani test urine yang terdiri dari 25 warga binaan dan 25 pegawai Lapas Kelas I Malang. Seluruhnya dinyatakan negatif," tambahnya.

Krismono mengungkapkan barang-barang terlarang milik warga binaan itu dapat masuk ke dalam lapas dengan cara diselundupkan melalui pengunjung atau dengan cara lain.

"Bmodus yang digunakan untuk menyelundupkan barang-barang terlarang. Tetapi, alhamdulillah teman- teman sangat teliti sekali saat melaksanakan penggeledahan di P2U sehingga bisa menggagalkan usaha menyelundupkan barang terlarang ke dalam lapas," jelasnya.

Krismono minta masyarakat tidak coba-coba menyelundupkan barang terlarang ke dalam lapas.

"Bila berupaya menyelundupkan dan ketahuan, maka akan kami beri sanksi berat," tegasnya.

Sementara itu, Kasatgas Satops Patnal Korwil Malang selaku Kalapas Kelas I Malang, Anak Agung Gde Krisna mengungkapkan pihaknya akan memusnahkan barang-barang terlarang hasil penggeledahan tersebut.

"Kami akan data barang hasil razia dan penggeledahan ini. Setelah itu langsung kami musnahkan. Kami akan berikan sanksi kepada warga binaan yang terbukti memiliki barang terlarang ini," ungkapnya.

Krisna menerangkan pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi barang terlarang masuk ke dalam lapas, termasuk meninggikan tembok lapas dan pemberian jaring pengaman.

"Sebelum tembok lapas ditinggikan dan diberi jaring pengaman, ada lemparan barang terlarang dari luar, termasuk narkoba. Sekarang sudah tidak ada, kami sudah meninggikan tembok lapas dan jaring pengamannya juga tinggi," tuturnya.

Krisna menambahkan pihaknya akan terus menggencarkan kegiatan penggeledahan dan razia ini.

"Lapas dan rutan harus bersih dari barang-barang terlarang," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved