Breaking News:

Daftar Harga Mobil Baru MPV Lebih Murah, Estimasi Setelah Pajak 0 Persen, Avanza, Ertiga Atau Wuling

Relaksasi akan diberikan kepada mobil penumpang 4x2, termasuk sedan dengan kubikasi mesin kurang dari 1.500 cc yang diproduksi di dalam negeri

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Harga mobil baru bisa akan jadi lebih murah tahun ini dengan adanya kebijakan pajak PPnBM hingga 0 persen. Harga mobil baru Kelas low MPV dipastikan bakal terkoreksi 

SURYAMALANG.COM - Harga mobil baru khususnya yang berkapasitas mesin kurang dari 1.500 cc akan lebih murah seiring dengan adanya kebijakan insentif Pajak Penambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM).

Kebijakan pemerintah untuk memangkas pajak, PPnBM ini harusnya membuat harga jual mobil yang sesuai kriteria menjadi lebih murah, sehingga diharapkan pasar kembali bergeliat.

Berapa kisaran harga mobil baru ketika kebijakan insentif PPnBM itu diberlakukan bulan Maret mendatang?

Bila dihitung secara hitungan kasar dengan acuan PPnBM sebesar 10 persen yang dihapus atau jadi 0 persen, maka reduksi harga mobil baru bisa hingga kisaran Rp 20 juta. lumayan berkurang kan?

Harga mobil yang dipastikan akan mendapat 'diskon' itu ada di kelompok mobil kelas MPV murah atau low MPV atau mobil-mobil di bawah 1500 cc sesuai kriteria yang ditetapkan.

Mitsubishi Xpander Cross dilaunching di Kota Malang, Kamis (28/11/2019)
Mitsubishi Xpander Cross dilaunching di Kota Malang, Kamis (28/11/2019) (SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya pada Kamis (11/2/2021), mengatakan insentif Pajak Penambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM) diberikan kepada mobil dengan kriteria tertentu.

Airlangga mengatakan, relaksasi akan diberikan kepada mobil penumpang 4x2, termasuk sedan dengan kubikasi mesin kurang dari 1.500 cc yang diproduksi di dalam negeri.

Dengan begitu, harga mobil penumpang kurang dari 1.500 cc rakitan lokal atau berstatus completely knocked down (CKD) di Indonesia, dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi diprediksi akan mengalami penurunan harga hingga puluhan juta rupiah.

“Harapannya dengan insentif yang diberikan bagi kendaraan bermotor ini, konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah atas akan meningkat,” ujar Airlangga, dalam keterangan resmi (11/2/2021).

“Meningkatkan utilisasi industri otomotif dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved