Kisah Hidup Pablo Escobar, Bandar Narkoba Terkaya di Dunia dan 'Robin Hood' dari Kolombia

Pablo Escobar tercatat sebagai bandar kokain kelas kakap yang pernah menjadi orang terkaya di dunia.

Editor: Zainuddin
Kolase Shutterstock/Twitter @fgjesonora
Ilustrasi. 

Upaya lain Pablo Escobar agar tidak diekstradisi ke AS adalah menawarkan dirinya untuk dipenjara di La Catedral, sebuah penjara yang dibuatnya sendiri.

Pemerintah Kolombia setuju dengan tawarannya.

Meski begitu, ketimbang sebagai penjara, La Catedral lebih terlihat sebagai tempat hiburan.

Di dalamnya, Kartel Medellin membangun klub malam, air terjun mini, lapangan sepak bola, area billiard, sauna, dan kamar-kamar mewah bak hotel bintang 5.

Namun pada tahun 1992, pemerintah mengerahkan ribuan tentara dan ratusan pasukan khusus menyerbu penjara setelah insiden pembunuhan sesama anggota kartel di dalam penjara La Catedral.

Dia juga diketahui masih menjalankan bisnis gelapnya dari penjara.

Pablo Escobar berhasil melarikan diri dari panjara.

Sejak itu, pemerintah melakukan perburuan besar-besaran terhadap Pablo Escobar.

Setelah berbulan-bulan diburu, dia ditemukan di tempat persembunyiannya di Medellin.

Dalam sebuah baku tembak di atap bangunan, dia tewas tertembak di bagian kepala.

Banyak orang-orang miskin di Madellin yang meratapi kematiannya.

Saat pemakaman, tercatat ada 25.000 orang hadir mengantarkannya ke liang lahat.

Kematian Pablo Escobar tidak membuat bisnis kokain mati.

Penyelendupan kokain dari Kolombia bahkan terus meningkat.

Pasar kokain beralih ke Kartel Cali yang merupakan rival dari Kartel Medellin.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved