Senin, 27 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Tambah 2 Profesor Baru

Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) tambah dua profesor baru, Prof Dr Eng Anindito Purnowidodo ST MEng dan Prof Ir Djarot B Darmadi MT PhD

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
UB
Universitas Brawijaya (UB) menambah dua profesor baru tahun ini. Mereka adalah Prof Dr Eng Anindito Purnowidodo ST MEng (kiri) dan Prof Ir Djarot B Darmadi, MT PhD (kanan) dari Fakultas Teknik. Mereka akan dikukuhkan Rabu (17/2/2021). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Universitas Brawijaya (UB) menambah dua profesor baru tahun ini.

Mereka adalah Prof Dr Eng Anindito Purnowidodo ST MEng dan Prof Ir Djarot B Darmadi MT PhD, keduanya dari Fakultas Teknik UB.

Pengukuhan mereka akan dilangsungkan di  gedung Widyaloka, Rabu (17/2/2021).

Keduanya adalah profesor ke-13 dan ke-14 di FT dan profesor aktif di UB yang ke-192 dan ke-193.

Anindito merupakan profesor pada bidang Ilmu Kekuatan Material.

Sedang Djarot pada bidang Ilmu Teknologi dan Pemodelan pengelasan Logam.

Dalam pengukuhan nanti, ia membawakan orasi ilmiah tentang 'Memprediksi Umur Komponen Meningkatkan Keamanan'. 

"Material-material itu diproduksi banyak produsen dengan dimensi variasi. Pasti ada cacatnya. Jika cacat diberi beban statis atau lebih kecil, tidak apa. Baru ada masalah jika beban lebih besar," kata profesor berambut panjang ini.

Kegagalan suatu komponen yang menerima beban dinamis disebabkan karena adanya inisiasi dan perambatan retak. 

Dikatakan, jika panjang retak ini mencapai panjang kritisnya, maka dapat menyebabkan kegagalan strukturnya.

Untuk mengevaluasi umur komponen dari suatu struktur, ada dua hal penting yang harus diperhatikan yaitu umur untuk inisiasi dan umur untuk perambatan retak.

Beberapa contoh kegagalan struktur ada di kehidupan sehari-hari. 

Seperti pada peralatan rumah tangga, dunia kesehatan hingga struktur besar seperti jembatan, pembangkit listrik dan kendaraan yang berisiko tinggi yakni pesawat.

Permasalahan yang dihadapi para insyinyur dalam memprediksi umur komponen dari suatu struktur adalah ketidakpastian perilaku rambat retak (konstan, tertunda atau akselerasi).

Sedang Djarot mengangkat tentang 'Simulasi Komputer sebagai Kontrol Intelektual Proses Pengelasan'.

"Dulu pengelasan itu sebagai keterampilan," kata Djarot.

Menurutnya, pemanfaatan komputer sebagai alat analisa telah memasuki hampir semua bidang ilmu, termasuk proses pengelasan. 

Salah satu peran komputer dalam proses pengelasan adalah membuat model dan mensimulasikannya.

Simulasi komputer proses pengelasan terus berkembang hingga sekarang untuk mendapatkan model terbaik.

Selain merepresentasikan proses pengelasan, simulasi juga bisa menjelaskan sebab atau alasan terjadinya suatu fenomena tertentu. 

Meskipun belum sempurna, simulasi komputer proses pengelasan telah memberikan kontribusi nyata pada kegiatan studi parameter (parametric study), studi kemamputerapan (feasibility study) dan memprediksi karakter fisik pada tempat-tempat yang sulit diukur (karena posisi atau ukurannya).

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved