Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Segini Rincian Anggaran dan Jumlah Posko PPKM Mikro Kota Malang

Forkopimda Kota Malang terus memaksimalkan upaya pengendalian dan penanganan Covid-19 saat penerapan PPKM Mikro Kota Malang.

mochammad rifky edgar/suryamalang.com
Forkopimda kota Malang saat melakukan rapat evaluasi PPKM mikro Kota Malang dengan pangdam 5 Brawijaya dan sekda Provinsi Jawa Timur secara virtual pada Kamis, (18/2/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Penulis: Mochammad Rifky Edgar
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Forkopimda Kota Malang terus memaksimalkan upaya pengendalian dan penanganan Covid-19 saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro Kota Malang.

Dalam rapat evaluasi penerapan PPKM Mikro bersama dengan Pangdam V Brawijaya dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur secara virtual, Wali Kota Malang, Sutiaji memaparkan sejumlah laporan saat PPKM Mikro diterapkan, Kamis (18/2/2021).

Laporan tersebut di antaranya berkaitan dengan rincian anggaran dan pembentukan posko selama PPKM Mikro dijalankan di Kota Malang.

Dana pelaksanaan PPKM Mikro di Kota Malang, Pemkot Malang telah menganggarkan Rp 2,4 Miliar untuk biaya operasional pembentukan posko di tiap RT.

Dengan rincian anggaran masing-masing RT mendapatkan nominal senilai Rp 500 Ribu yang telah diajukan dan dicairkan oleh Wali Kota Malang.

Sedangkan untuk dana operasional posko di kecamatan dan kelurahan mencapai Rp 129 Juta dengan rincian masing-masing kecamatan diberikan anggaran Rp 3 Juta dan untuk kelurahan Rp 2 Juta.

"Sesungguhnya yang dievaluasi lebih banyak ke pembentukan posko saat PPKM Mikro. Titiknya di 57 kelurahan. Tapi kami sampaikan bahwa kami tidak berbicara kelurahan. Karena kami sudah memiliki banyak kampung tangguh," ucap Sutiaji.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Sutiaji, total sudah ada 1.120 posko PPKM Mikro Kota Malang yang sudah dibangun di tiap RT.

Posko tersebut yang nantinya berfungsi untuk memantau mobilitas orang di wilayah tersebut.

Baik orang yang baru masuk, maupun orang yang sedang sakit agar segera dapat terpantau.

"Rabu kemarin ini, anggaran untuk RT yang melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) sudah dicairkan. Nanti teknisnya ada di masing-masing kecamatan," ucapnya.

Sutiaji juga memaparkan terkait status zona Covid-19 yang berada di masing-masing RT di Kota Malang, di mana tiap RT di Kota Malang tidak ada yang berstatus zona merah maupun zona orange.

Tetapi banyak didominasi oleh zona hijau dengan jumlah 4.023 RT dan zona kuning 48 RT.

"Status zona kuning ini terbanyak ada di Kecamatan Blimbing dan Sukun. Maka dari itu, kami minta nanti PPKM Mikro ini digencarkan sampai Covid-19 selesai. Karena mobilitas orang akan terpantau dan ekonomi tetap berjalan," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved