Berita Surabaya Hari Ini

Angka Pengangguran Jatim Naik, BPS Jatim Beber Data Pengangguran dan PHK Dampak Pandemi Covid-19

Selama pandemi Covid-19 2020 (kurun waktu Januari-Agustus) angka pengangguran di Jatim tercatat ada sebanyak 1,3 juta jiwa (1.301.145 orang).

Editor: Dyan Rekohadi
suryamalang.com/Habibur Rohman
ILUSTRASI - Wagub Jatim, Emil Elistianto Dardak menunjukkan diagram pengangguran saat membahas tentang pendampingan UMKM melalui program "One Pesantren One Product di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). 

Penulis :  Fikri Firmansyah , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Angka pengangguran di Jatim mulai meningkat sebagai dampak pandemi Covid-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim membuka data angka pengangguran dan PHK yang terjadi di Jatim selama masa pandemi dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan, selama pandemi Covid-19 atau sepanjang 2020 (kurun waktu Januari-Agustus) angka pengangguran di Jatim tercatat ada sebanyak 1,3 juta jiwa (1.301.145 orang).

"Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 2,03 persen atau bertambah sebanyak 466.015 jika dibandingkan diperiode yang sama pada tahun 2019," ujar Dadang saat diwawancarai TribunJatim.com, (SURYAMALANG.COM) secara eksklusif melalui via WA, Senin (22/2/21),

Kata Dadang, pada 2019 (kurun waktu Januari-Agustus) angka pengangguran di Jatim mencapai 835.130 jiwa.

Dikatakan pula oleh Dadang, data sebanyak 1,3 Juta orang yang masih mengalami pengangguran di sepanjang 2020 kemarin itu diambil berdasarkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sendiri adalah persentase jumlah penganggur terbuka terhadap jumlah angkatan kerja," sambung dia.

Adapun jumlah angkatan kerja Jatim hingga sampai Agustus 2020 sendiri ada sebanyak 22,26 juta orang, naik sebesar 396,37 ribu orang dibanding Agustus 2019.

Dari data itu pula yang mendominasi adalah lulusan dari SMA dan SMK.

"Lulusan dari SMA ada sebanyak 341.206 orang, kemudian disusul SMK sebanyak 322.280, SD 263.305, SMP 232.976 dan dari Perguruan Tinggi sebanyak 141.378 orang," terangnya.

Dadang juga mengatakan, meski jumlah angkatan kerja Jatim hingga sampai Agustus 2020 sendiri ada sebanyak 22,26 juta orang, namun terdapat sebanyak 4,23 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak covid-19 atau 13,36 persen.

"Jumlah penduduk usia kerja yang terdampak covid-19 itu sendiri terdiri dari pengangguran karena covid-19 sebanyak 318.609 orang, bukan angkatan kerja karena covid-19 sebanyak 112.425 orang, sementara tidak bekerja karena covid-19 sebanyak 252.573 orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena covid-19 sebanyak 3,55 juta orang," jelasnya.

Dadang menambahkan, di sepanjang 2020, untuk Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi pada sekitar 9,3 persen dari total jumlah penganggur (121.047 orang).

Kendati demikian, tambah Dadang, pihaknya tidak bisa menjelaskan terkait berapa jumlah perusahaan yang ada di Jatim yang melakukan PHK.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved