Berita Surabaya Hari Ini

Angka Pengangguran Jatim Naik, BPS Jatim Beber Data Pengangguran dan PHK Dampak Pandemi Covid-19

Selama pandemi Covid-19 2020 (kurun waktu Januari-Agustus) angka pengangguran di Jatim tercatat ada sebanyak 1,3 juta jiwa (1.301.145 orang).

Editor: Dyan Rekohadi
suryamalang.com/Habibur Rohman
ILUSTRASI - Wagub Jatim, Emil Elistianto Dardak menunjukkan diagram pengangguran saat membahas tentang pendampingan UMKM melalui program "One Pesantren One Product di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). 

"Pasalnya, angka pengangguran dan PHK yang pihaknya peroleh melalui berdasarkan Survei Sakernas berbasis rumah tangga atau individu masyarakat dan di dalam basis jni, tidak ada informasi jumlah perusahaan yang melakukan PHK.'

"Namun, Info ini dapat diperoleh pada dinas terkait, khususnya untuk mendapat laporan perusahaan maupun korban PHK," terangnya.

Untuk diketahui, hingga berita ini ditulis, TribunJatim.com (SURYAMALANG.COM) telah berusaha untuk menghubungi pihak Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Himawan Estu Bagijo, khususnya menanyai perihal PHK, namun belum ada respon.

Kondisi PHK di Jatim

MI (23) yang tak ingin disebutkan namanya adalah satu dari jutaan warga di Jatim yang merasakan langsung dampak dari pandemi Covid-19, khususnya adanya PHK.

Perempuan berdomisili di Surabaya Timur itu mengaku terkena PHK dari tempat perusahaannya bekerja tepat pada akhir November 2020 yang lalu.

Bahkan, hingga kini dirinya juga masih menganggur.

MI mengatakan, perusahaan tempat ia mendapat ilmu Public Relations selama dua tahunan yang mePHK-nya itu merupakan perusahaan yang bergerak di sektor even atau penyelenggara pameran profesional yang berkantor di Kota Surabaya.

Pasca di PHK dan hingga kini masih menganggur, MI tidak pernah menyalahkan ataupun menaruh dendam terhadap siapapun maupun kepada perusahaan tempat dulu ia bekerja.

"Manejemen di tempat saya cara kerjanya sudah baik dan saat me-PHK saya juga dengan cara yang sopan, tidak ada ancaman ataupun pemaksaan sedikitpun, lagi pula saya merasa kondisi sekarang ini tidak hanya saya saja yang mengalaminya, jadi wajar-wajar saja saya di PHK," ujar wanita berhijab itu saat ditemui , Jumat (19/2/21) malam di Surabaya.

Dikatakan pula oleh MI, bahwa perusahaan tempat kerjanya dulu itu, tidak hanya me PHK dirinya saja, melainkan dua teman akrabnya yang berada satu ruangan kerja dengannya juga mengalami nasib serupa.

MI juga mengungkapkan, meski hingga kini masih menganggur, namun dirinya optimistis badai pasti berlalu.

Menurutnya, selama semuanya bisa bekerja sama dan tetap punya semangat, maka permasalahan ekonomi akibat covid-19 ini pasti bisa diatasi.

"Tak perlu menyalahkan siapapun, pandemi Covid-19 ini adalah perkerjaan rumah bagi seluruh umat manusia, yang terpenting kita harus tetap semangat, berusaha dan bekerjasama," tutup MI.

Sekadar informasi, wabah covid-19 pertama kali di Indonesia diumumkan Presiden Jokowi pada tanggal 2 Maret 2020, yang mana pertama kali menyerang Depok, Jawa Barat.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved